• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Mengintip Creative Village...

Mengintip Creative Village WCCE, Ruang Temu Kreator Dunia Besutan Kemenparekraf

Kamis, 15 Okt 2026, 21:46 WIB

JAKARTA - Deputi Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif Mohammed Ali Berawi mengatakan Creative Village yang menjadi salah satu rangkaian acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 menjadi ruang pamer produk kreatif sekaligus wadah kolaborasi antara pelaku industri kreatif Indonesia dan mitra internasional.

Ali mengatakan salah satu sasaran yang ingin dicapai dalam Creative Village adalah peningkatan peluang akses pasar dan investasi bagi pelaku ekonomi kreatif yang terlibat dalam forum tersebut.

Ket. Foto: Deputi Pengembangan Strategis Kementerian Ekonomi Kreatif Mohammed Ali Berawi (kanan) menjadi narasumber dalam konferensi pers WCCE 2026 di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Kamis (15/10). — Sumber: ANTARA/Fitra Ashari

"Kami juga berharap melihat adanya peningkatan peluang untuk akses pasar, kemudian untuk investasi dan aspek ekonomi yang bisa dikembangkan bersama-sama pelaku ekonomi kreatif yang tergabung di dalam WCCE," kata Ali dalam konferensi pers WCCE 2026 di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Kamis (15/10).

Ali yang juga sebagai Ketua Pelaksana WCCE 2026 ini mengatakan Creative Village dirancang untuk menampilkan beragam produk dan karya kreatif dari dalam maupun luar negeri.

Kegiatan yang berlangsung pada 21-25 Oktober 2026 ini melibatkan lebih dari 20 mitra dari asosiasi kreatif Indonesia yang telah dikurasi oleh tim pelaksana WCCE 2026.

Creative Village akan dibagi menjadi dua lokasi, yakni Village 1 di Ashta District 8 dan Village 2 di MGP Space, kawasan SCBD, Jakarta.

Area tersebut akan menjadi tempat penyelenggaraan berbagai kegiatan, mulai dari pameran produk kreatif hingga pertunjukan dan aktivitas seni.

Sejumlah agenda yang disiapkan antara lain art direction, animation bazaar, pertunjukan (performance), referensi kuliner (food reference), musik, serta berbagai bentuk creative showcase lainnya yang juga melibatkan jaringan kota kreatif dan asosiasi, termasuk Indonesian Creative Cities Network (ICCN), serta pelaku ekonomi kreatif dari luar negeri.

"Kami juga sudah mengundang dari pihak dalam negeri sendiri, dari ICCF jaringan kota kreatif, kita juga akan hadir untuk bersama-sama memeriahkan acara di Creative Village," kata Ali.

Ali juga mengatakan WCCE 2026 dapat menjadi platform yang menghubungkan ekosistem kreatif nasional dengan mitra global dan diharapkan pertemuan tidak berhenti pada pertukaran gagasan, tetapi juga menghasilkan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi.

Menurut dia, kolaborasi lintas negara dapat membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif untuk mempelajari perspektif dan praktik dari pasar lain serta berpotensi membantu pelaku usaha mengembangkan produk. Ant

  • Creative Village

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.