Langit Makassar Mencekam, Polusi Asap Parah Bikin Udara Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat
📅 Kamis, 15 Okt 2026, 00:35 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Darwin Fatir
MAKASSAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar mencatat kualitas udara di Kota Makassar dan sejumlah wilayah Sulawesi Selatan memburuk hingga masuk kategori sangat tidak sehat.
"Per hari ini, 14 Oktober 2026, dari perkembangan pembaharuan pengamatan naik menjadi sangat tidak sehat untuk wilayah Sulawesi Selatan," kata Prakirawan BMKG IV Makassar Nurahmi Utami di Makassar, Rabu (14/10).
Ia menjelaskan, sejak pemantauan akhir September hingga awal Oktober 2026, terjadi penurunan kualitas udara karena diselimuti asap dengan kategori tidak sehat. Namun hari ini, tingkat konsentrasi PM2.5 mencapai di angka 150,5 mikrogram per meter kubik (µg/m³) kategori sangat tidak sehat.
Dari hasil pengamatan, kata Utami mengemukakan, terjadi penumpukan asap di udara karena diduga dipicu dua faktor yaitu, dinamika pergerakan angin serta titik kebakaran lahan dan hutan (karhutla).
Selain itu, pola pergerakan angin timur dengan kencang membawa sebaran asap dari luar daerah itu mendorong asap dari wilayah Maluku menuju masuk ke wilayah Sulsel.
Faktor lainnya, karhutla lokal masih terjadi pada sejumlah titik pada sejumlah darah di Sulsel turut memperparah keadaan, hingga menambah penumpukan particular kering di atmosfer.
Kabut asap yang semakin tebal tidak hanya menyelimuti Kota Makassar dan sekitarnya, seperti di Kabupaten Gowa, Maros, serta sejumlah daerah lainnya di Sulsel.
Utami menuturkan, BMKG membedakan dua fenomena yang terjadi, yakni kategori fog atau kabut uap air dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer, sedangkan haze atau kabut asap dengan jarak pandang kurang dari lima kilometer.
Kabut asap ini juga dapat menurunkan jarak penglihatan bila berkendara, karena memicu penurunan jarak pandang yang berpotensi membahayakan pengendara berlalu lintas.
Pekatnya kabut asap berpotensi meningkat jika karhutla tidak dapat diatasi atau dipadamkan. Kendati demikian, kualitas udara bisa membaik bila wilayah Sulsel diguyur hujan dengan intensitas sedang.
Ketua Tim Bidang Meteorologi BMKG Wilayah IV Makassar Rizky Yuda menambahkan, peningkatan konsentrasi PM2.5 berdasarkan pemantauan alat di Stasiun Klimatologi Kabupaten Maros sejak Selasa (13/10) malam hingga pagi tadi telah melampaui di angka 150 µg/m³.
"Sejak pagi hari hingga petang, kami lihat masih pada kategori sangat tinggi tidak sehat. Kondisi udara hari ini mulai memburuk dari pengamatan hari sebelumnya," kata Rizky.
Terkait dengan sumber polutan yang ada di Makassar, tidak berasal dari Kalimantan, tetapi dari wilayah Sulsel seperti Bone dan Soppeng dan sejumlah wilayah di Indonesia bagian timur yakni Papua bagian selatan, Maluku bagian selatan dan barat, dampak dari karhutla.
Pihaknya menghimbau masyarakat membiasakan mengenakan masker saat beraktivitas di luar rumah, mengurangi aktivitas tidak perlu, menjaga keluarga utamanya berusia lansia, anak-anak serta yang memiliki riwayat asma dan jantung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!