InJourney Kolaborasi dengan Pemkab Banyuwangi Kembangkan Tari Gandrung Sewu dalam Konsep 'Glow in The Dark'
Kamis, 15 Okt 2026, 18:04 WIBJAKARTA - Pertunjukan tari Gandrung Sewu yang mengangkat mengenai kebudayaan asal Banyuwangi untuk pertama kalinya dikembangkan menggunakan konsep glow in the dark atau menyala dalam gelap.Â
"Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari berapa lama mereka tinggal, aktivitas yang mereka lakukan, dan seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat setempat," kata Direktur SDM dan Digital InJourney Herdy Harman dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (15/10).
Pengembangan festival budaya asal Banyuwangi itu dilakukan oleh PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.
Dengan menghadirkan perpaduan seni tradisi, tata cahaya, dan teknologi pertunjukan, Gandrung Sewu 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung pelestarian budaya, tetapi juga penggerak kunjungan wisatawan, aktivitas ekonomi lokal, dan penguatan posisi Banyuwangi sebagai destinasi pariwisata unggulan Indonesia.
Rencananya, Gandrung Sewu akan dilaksanakan pada 24 Oktober 2026 di Pantai Boom Marina, Banyuwangi, Jawa Timur.
Salah satu fokus kolaborasi adalah pengembangan Gandrung Sewu sebagai signature cultural event Banyuwangi yang memiliki daya tarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Pada penyelenggaraan tahun ini, pertunjukan kolosal tersebut akan menghadirkan pengalaman baru melalui konsep malam hari, dengan memadukan gerak ribuan penari, tata cahaya, dan teknologi pertunjukan tanpa meninggalkan esensi serta nilai budaya Tari Gandrung.
Sebanyak 1.300 penari dijadwalkan tampil dalam Gandrung Sewu 2026, menghadirkan pertunjukan kolosal yang sekaligus menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menjaga keberlanjutan seni tradisi Banyuwangi.
"Melalui kolaborasi ini, kami ingin menghubungkan seluruh potensi tersebut agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi daerah,â ujar Herdy.
Direktur Komersial InJourney Airports Very Y Setiady menambahkan selain daya tarik destinasi, konektivitas udara juga perlu tumbuh secara beriringan. Ketersediaan akses menjadi faktor penting untuk memudahkan wisatawan mencapai Banyuwangi, sementara event dan atraksi wisata dapat menciptakan alasan untuk melakukan perjalanan.
Dalam mendukung upaya tersebut, InJourney memperkuat koordinasi dengan maskapai untuk memetakan potensi permintaan perjalanan, mengevaluasi kebutuhan kapasitas penerbangan, serta menjajaki peluang penyesuaian frekuensi atau kapasitas sesuai kondisi pasar dan kesiapan operasional.
Upaya lainnya yakni dengan memperluas jangkauan promosi Banyuwangi melalui kanal komunikasi, jaringan layanan, dan berbagai titik interaksi dengan wisatawan. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara promosi destinasi dan keputusan perjalanan, sehingga daya tarik Gandrung Sewu dapat mendorong kunjungan ke berbagai destinasi lain di Banyuwangi.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menjelaskan adanya inovasi dalam penyelenggaraan Gandrung Sewu merupakan bagian dari upaya memperkuat daya tarik budaya sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung.
âGandrung Sewu merupakan kebanggaan masyarakat Banyuwangi dan bagian penting dari identitas budaya daerah. Kami ingin tradisi ini terus berkembang dan menjangkau lebih banyak generasi, tanpa kehilangan jati dirinya,â ujar Ipuk. Ant
- InJourney
- Tari Gandrung Sewu
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Dorong Keberlanjutan Sektor Bangunan, Schneider Electric Kampanyekan Teknologi Berbasis Data
-
Awas Penipuan! KAI Ingatkan Masyarakat Waspadai Modus Pesan Tiket via Layanan Keuangan Digital
-
Tak Lagi Langganan Banjir, Ini Jurus Pemkot Jakbar Jinakkan Luapan Kali Angke di Puri Kembangan
-
InJourney Pastikan 3 Bandara Siap Dukung Gelaran MotoGP Mandalika
-
Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan, Bulog Gandeng Perguruan Tinggi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.