Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gelombang PHK di Jabar Mengkhawatirkan, Pemerintah Siapkan Intervensi Ekonomi

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 06:10 WIB | Oleh:
Gelombang PHK di Jabar Mengkhawatirkan, Pemerintah Siapkan Intervensi Ekonomi Doc: Antara foto/HO-Pemprov Jabar
Ket. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat I Gusti Agung Kim Fajar memberikan paparan di Bandung.

BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengintervensi dampak guncangan ekonomi terhadap daya beli masyarakat akibat gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang menimpa 13.044 pekerja sepanjang Januari hingga September 2026.

Langkah perlindungan ekonomi tersebut dilakukan melalui percepatan pencairan bantalan finansial Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Jaminan Hari Tua (JHT), sekaligus mengakselerasi reaktivasi produktivitas tenaga kerja guna menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga di kawasan industri Jawa Barat.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat I Gusti Agung Kim Fajar di Bandung, Rabu, menegaskan pemenuhan hak-hak keuangan dan klaim jaminan sosial para pekerja terdampak PHK menjadi prioritas utama untuk menahan penurunan tingkat kesejahteraan keluarga.

"Koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan turut dilakukan untuk mendukung akses pekerja terhadap manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) dan Jaminan Hari Tua (JHT) sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Kim.

Guna memulihkan putaran roda ekonomi buruh secara cepat, lanjut dia, Pemprov Jabar memangkas rantai birokrasi rekrutmen dan biaya perantara (calo) melalui integrasi ekosistem pasar kerja digital berbasis aplikasi "Nyari Gawe".

Hingga 9 Oktober 2026, aplikasi Nyari Gawe tercatat mengonsolidasikan 704.121 pencari kerja dengan 714 perusahaan, menyediakan 24.085 peluang kerja, serta sukses mengembalikan 1.209 tenaga kerja ke dalam sektor ekonomi formal.

Di samping itu, efisiensi penyerapan tenaga kerja diperluas melalui inovasi bursa kerja daring (live streaming) via akun TikTok resmi Gubernur Jawa Barat @dedimulyadiofficial.

Ia menjelaskan, dalam empat edisi bursa kerja daring hingga awal Oktober 2026, program ini berhasil menggaet 89 perusahaan dengan total ketersediaan 5.768 lowongan kerja siap isi.

Sebagai strategi mitigasi jangka panjang terhadap struktur dinamika industri, Disnakertrans Jabar mengarahkan pekerja terdampak PHK untuk masuk ke dalam ekosistem ekonomi kreatif dan manufaktur bernilai tambah tinggi.

Pemerintah menggelar pelatihan keterampilan berbasis kejuruan strategis—mulai dari teknisi otomotif, manufaktur, pengelasan, operator forklift, barista, hingga pembuat konten digital (digital content creator).

Lewat unit pelatihan keliling (Mobile Training Unit / MTU) dan program pendampingan kewirausahaan, para korban PHK didorong untuk bertransformasi dari pencari kerja menjadi pelaku usaha mandiri baru yang mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Daerah
Upaya Mengurangi Residu Kar...
Advertisement
Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

Ekspansi ke Afrika, Indonesia Incar Logam Tanah Jarang Gabon

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.