Bukan Sekadar Pemeriksaan Rutin, Yogyakarta Dorong Prolanis Lebih Optimal

Kamis, 15 Okt 2026, 16:25 WIB

Yogyakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memperkuat Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) pada tiap puskesmas guna memastikan masyarakat, khususnya penderita hipertensi dan diabetes melitus, mendapat pelayanan kesehatan bermutu, mudah diakses, dan berkesinambungan.

"Penguatan pelayanan Prolanis menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi meningkatnya kasus penyakit tidak menular yang membutuhkan penanganan jangka panjang," kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan di Yogyakarta, Kamis (15/10).

Ket. Foto: Kantor Pemerintah Kota Yogyakarta. — Sumber: Antara

Menurut dia, penderita hipertensi dan diabetes melitus memerlukan pemantauan kesehatan secara teratur, kepatuhan terhadap pengobatan, perubahan perilaku hidup sehat, serta dukungan keluarga dan lingkungan.

Oleh karena itu, kata dia, Prolanis tidak boleh hanya dipandang sebagai kegiatan pemeriksaan rutin atau pertemuan peserta semata, namun harus menjadi bagian penting dari transformasi pelayanan kesehatan primer.

Dia juga mengatakan pelayanan kesehatan primer harus berorientasi pada pencegahan komplikasi, pengendalian penyakit, peningkatan kualitas hidup, serta pengurangan kebutuhan rujukan yang sebenarnya dapat dicegah.

"Prolanis harus menjadi bagian penting dari transformasi pelayanan kesehatan primer yang mengutamakan pencegahan komplikasi, pengendalian penyakit, peningkatan kualitas hidup dan pengurangan kebutuhan rujukan yang sebenarnya dapat dicegah," katanya.

Untuk mewujudkan pelayanan yang optimal, kata dia, terdapat tiga aspek strategis yang menjadi perhatian, yakni pemenuhan tenaga kesehatan, kecukupan peralatan dan bahan habis pakai, serta peningkatan pendapatan dan penguatan tata kelola keuangan puskesmas sesuai ketentuan yang berlaku.

Pihaknya meminta agar Dinas Kesehatan (Dinkes) Yogyakarta bersama kepala puskesmas melakukan pemetaan kebutuhan tenaga berdasarkan jumlah peserta Prolanis, beban kerja, kompleksitas kasus, serta capaian pelayanan masing-masing puskesmas.

"Selain kecukupan jumlah tenaga, peningkatan kompetensi melalui pelatihan, pembinaan, evaluasi, dan penguatan kerja sama tim juga perlu dilakukan," katanya.

Aspek kedua adalah memastikan ketersediaan peralatan medis dan bahan habis pakai untuk mendukung pemeriksaan serta pemantauan kesehatan peserta, peralatan yang diperlukan seperti alat pemeriksaan tekanan darah, gula darah, alat antropometri, serta sarana pemeriksaan laboratorium sesuai kebutuhan.

"Sementara ketersediaan bahan habis pakai, seperti strip pemeriksaan gula darah, lancet, reagen, alat pelindung diri, dan perlengkapan pemeriksaan lainnya, juga harus dikelola melalui perencanaan yang baik," katanya.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kota Yogyakarta Waryono mengatakan penguatan layanan Prolanis menjadi salah satu langkah penting untuk mendukung pengelolaan penyakit kronis secara berkelanjutan.

"Program ini terutama berkaitan dengan pengendalian diabetes melitus tipe 2 dan hipertensi yang membutuhkan pemantauan serta penanganan secara rutin," katanya.

Kegiatan tersebut, menurut dia, melibatkan sebanyak 120 peserta dari unsur terkait, termasuk Dinkes Kota Yogyakarta, kepala Puskesmas, serta Tim Penggerak PKK dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta.

"Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan dukungan terhadap pelaksanaan program pengelolaan penyakit kronis di tingkat pelayanan kesehatan dasar," katanya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.