Trump Desak Putin dan Zelenskyy Segera Akhiri Perang, Akankah Konflik Rusia-Ukraina Berakhir?
📅 Rabu, 14 Okt 2026, 00:18 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoWASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mendesak Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang di Ukraina.
“Yang saya tahu, Zelenskyy dan Putin harus bertemu dan mengakhiri perang yang konyol itu,” kata Trump kepada wartawan pada Senin saat meninggalkan Gedung Putih menuju Ohio.
“Bulan ini, mereka kehilangan 32.000 orang dalam perang itu dan ini konyol. Jadi, mereka harus bertemu dan menyelesaikannya,” tambahnya.
Sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa Rusia dan Ukraina telah menyepakati penghentian segera serangan terhadap infrastruktur energi satu sama lain.
Ketika ditanya mengenai dukungan Zelenskyy terhadap “gencatan senjata energi” dan pernyataan bahwa Putin belum menyetujui proposal tersebut, Trump mengatakan dirinya meyakini kedua pemimpin mendukung kesepakatan itu.
“Saya kira mereka berdua mendukungnya. Saya kira mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi mereka tidak tahu caranya. Namun, kami akan membuat mereka mencapai kesepakatan,” kata Trump.
Namun, pernyataan Trump bahwa kedua pihak telah menyepakati gencatan senjata tersebut dipertanyakan seorang wartawan yang mengingatkan bahwa Rusia dan Ukraina secara terbuka membantah klaim tersebut.
Saat ditanya mengenai perbedaan pernyataan itu, Trump bersikeras bahwa kesepakatan telah tercapai.
“Mereka sepakat. Anda tahu kenapa? Karena saya mengatakan, ‘Kalian setuju’—itulah alasannya. Mereka setuju karena saya mengatakan mereka setuju, dan masalah itu harus diselesaikan,” ujarnya.
Trump juga memberikan penilaiannya mengenai kesediaan kedua pemimpin untuk berunding. Menurut dia, Putin lebih berminat mencapai kesepakatan dibandingkan Zelenskyy.
“Saya kira sebenarnya Putin lebih ingin membuat kesepakatan daripada Zelenskyy,” kata Trump.
Dalam pernyataan terpisah pada Senin saat menghadiri kampanye di Ohio, Trump mengatakan Rusia dan Ukraina ingin “membuat kesepakatan”.
“Kebencian langsung muncul di antara kedua pemimpin. Namun, kami juga akan mencapai kesepakatan itu,” katanya.
Trump mengira mencapai kesepakatan adalah hal yang mudah, namun kenyataannya kedua pemimpin tersebut saling membenci sehingga kata sepakat kemungkinan sedikit sulit.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!