Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan: Inflasi AS Menghantui, Investor Pasang Kuda-Kuda

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 18:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Kembali Tertekan: Inflasi AS Menghantui, Investor Pasang Kuda-Kuda Doc: ANTARA FOTO/ Hasrul Said
Ket. Ilustrasi - Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Haji La Tunrung, Makassar, Sulawesi Selatan.

JAKARTA – Pelemahan rupiah mencerminkan sikap hati-hati investor yang mengantisipasi rilis data inflasi indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS).

Jika inflasi melampaui perkiraan, ekspektasi suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama berpotensi menguatkan dollar AS dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.

Kondisi ini membuat pergerakan rupiah rentan terhadap perubahan ekspektasi kebijakan The Fed, terutama terkait ruang pelonggaran moneter dan arah arus modal global.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu, bergerak melemah 3 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.903 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.900 per dolar AS.

Analis Bank Woori Saudara (BWS) Rully Nova mengatakan pergerakan rupiah yang datar seiring antisipasi investor atas data inflasi Consumer Price Index (CPI) AS malam ini.

“Rupiah hari ini yang datar-datar saja dipengaruhi oleh global antisipasi data inflasi CPI AS nanti malam (Rabu, 14/10), dan sikap dovish dari pejabat The Fed terkait kenaikan suku bunga tahun depan,” katanya di Jakarta, Rabu (14/10).

Mengutip Anadolu, inflasi AS yang diperkirakan akan meningkat akibat naiknya biaya energi, akan memberikan gambaran mengenai potensi arah kebijakan moneter Federal Reserve ke depannya. Estimasi pasar uang menunjukkan adanya kemungkinan sebesar 78 persen bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga bulan ini.

Sementara itu, Presiden The Fed New York John Williams menyatakan pandangannya bahwa bank sentral sebaiknya menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini, namun tidak memerlukan kenaikan lebih lanjut setelahnya, karena ia memperkirakan inflasi akan turun secara signifikan tahun depan.

Melihat sentimen domestik, obligasi pemerintah Indonesia bertenor pendek yang menguat membuat rupiah relatif stabil. Kendati begitu, obligasi tenor panjang terutama yang menjadi benchmark 10 tahun, disebut masih dalam yield yang naik dan memberi tekanan terhadap rupiah.

“Yield obligasi tenor pendek 2 tahun terpangkas 8,4 bps (basis points) jadi 6,7 persen tenor 3 tahun 5,7 bps jadi 6,86 persen, dan 1 tahun 3,2 bps ke 6,65 persen. Tenor panjang 10 tahun naik 0,4 bps ke 7,19 persen, 40 tahun naik 4,9 bps ke 7,26 persen,” kata Rully.

Adapun Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini justru bergerak menguat ke level Rp17.898 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.930 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Janice Tjen Melaju ke Babak 16 Besar Wuhan Open 2026

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Melaju ke Babak...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Rupiah Masih Rentan - 14 Oktober 2026
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.