Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kuota BBM NTT Bakal Dievaluasi, Ini Permintaan Gubernur kepada Pertamina untuk Cegah Antrean di SPBU

3 Rabu, 14 Okt 2026, 00:04 WIB | Oleh:
Kuota BBM NTT Bakal Dievaluasi, Ini Permintaan Gubernur kepada Pertamina untuk Cegah Antrean di SPBU Kuota BBM NTT Bakal Dievaluasi, Ini Permintaan Gubernur kepada Pertamina untuk Cegah Antrean di SPBU Doc: Antara foto
Ket. Gubernur NTT Melki Laka Lena saat memimpin rapat virtual terkait penanganan BBM di NTT.

KUPANG - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena meminta Pertamina menghitung kembali kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di daerah itu agar antrean panjang dan kelangkaan BBM di sejumlah wilayah tidak terjadi lagi.

“Pertamina perlu menghitung kembali kebutuhan BBM NTT. Jika kuota perlu ditambah, Pemprov NTT akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” katanya secara daring di Kupang, Selasa.

Ia menyampaikan hal tersebut saat memimpin rapat koordinasi secara daring bersama Pertamina Patra Niaga, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), serta pemerintah kabupaten/kota se-NTT untuk membahas persoalan antrean dan pasokan BBM.

Melki mengatakan koordinasi antara Pertamina dan pemerintah daerah perlu diperkuat agar potensi gangguan pasokan dapat diantisipasi dan ditangani lebih cepat, terutama ketika terjadi keterlambatan distribusi yang berdampak pada pelayanan kepada masyarakat.

Selain mengevaluasi kuota, ia meminta TNI dan Polri meningkatkan pengawasan di wilayah perbatasan, khususnya Kabupaten Belu, untuk mencegah penyelundupan BBM yang berpotensi mengganggu ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat NTT.

Ia juga meminta seluruh pemangku kepentingan menggelar evaluasi secara berkala, minimal sekali dalam sebulan, guna memantau kondisi pasokan, distribusi, serta kebutuhan BBM di setiap wilayah.

Melki menegaskan bahwa ketersediaan BBM tidak hanya berkaitan dengan distribusi energi, tetapi juga memengaruhi aktivitas ekonomi dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying dan membeli BBM sesuai kebutuhan sehingga distribusi tetap lancar dan seluruh masyarakat dapat terlayani.

Pemerintah Provinsi NTT bersama Pertamina dan seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat koordinasi untuk memastikan pasokan BBM tetap aman, mencukupi, dan merata di seluruh wilayah NTT.

Dalam rapat tersebut, Sales Area Manager Pertamina NTT Mahdi Syafar menjelaskan bahwa antrean BBM pada akhir pekan dipicu keterlambatan kapal pengangkut BBM akibat antrean di Kilang Balikpapan.

Kapal yang membawa sekitar 6,5 juta liter Pertalite tersebut tiba di Terminal BBM Tenau, Kota Kupang, pada Sabtu sore.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, Pertamina juga meningkatkan estimasi pasokan Pertalite di Kota Kupang dari rata-rata 200.000 liter menjadi sekitar 300.000 liter per hari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Alcaraz Prediksi Persaingan...
Olahraga
Alcaraz Sapu Bersih Gelar T...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.