Kencur Jadi Harapan Baru Warga Badui, Pertanian Tradisional Didorong Lebih Produktif
Rabu, 14 Okt 2026, 20:00 WIBLEBAK â âSejumlah petani Badui di pedalaman Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mulai melakukan gerakan menanam kencur di ladang-ladang guna meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.
â"Kami menanam benih kencur sebanyak 50 kilogram di ladang seluas satu hektare," kata seorang petani Badui Santa (55) saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Rabu (14/10).
âSaat ini, ladang pertanian masyarakat Badui di wilayahnya di Areal Blok Cicurahem sudah dilakukan gerakan tanam kencur.
âPenanaman kencur itu dilakukan dengan cara bergotong-royong bersama petani Badui lainnya hingga puluhan orang, sehingga bisa rampung selama lima jam untuk ukuran satu hektare.
â"Kami hari ini dilakukan di ladang miliknya, namun besok di ladang petani Badui lainnya," kata Santa.
âMenurut Santa, tanaman kencur hingga kini menjadi andalan ekonomi masyarakat Badui, sehingga setiap tahun dilakukan gerakan penanaman.
âProduksi panen kencur dengan masa waktu selama 12 bulan baru bisa menghasilkan pendapatan ekonomi keluarga.
âSaat ini, harga kencur di tingkat petani Badui relatif baik hingga menembus Rp40 ribu per kilogram.
â"Kami panen kencur tahun ini sebanyak 2 ton dengan harga Rp40 ribu/kg, sehingga menghasilkan ekonomi Rp80 juta," kata Santa.
âPulung (60), petani Badui mengatakan selama ini tanaman kencur menjadi andalan pendapatan ekonomi tahunan yang bisa meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.
âIa menanam kencur di ladang seluas 1 hektare dengan mudah, karena tidak banyak pemeliharaan dan perawatan.
âPetani hanya cukup menanam potongan benih kencur ke lubang tanah hingga dipanen dengan waktu selama 12 bulan.
âPenanaman kencur biasanya dengan sistem tumpang sari bersama tanaman jagung,padi huma, sayur-sayuran dan pisang.
â"Kami menanam kencur di lahan milik Perhutani atau di luar kawasan masyarakat adat Badui, " katanya.
âIa mengatakan, selama ini, permintaan kencur cenderung meningkat untuk dipasok ke Pasar Rangkasbitung dan Tangerang hingga Jakarta.
âKualitas kencur dari petani Badui cukup baik, sehingga mudah diterima pasar.
âPenanaman kencur di petani Badui masuk kategori terbaik, karena terbebas dari pupuk kimia.
â"Kita menggunakan pupuk organik, sehingga kualitas kencur cukup baik," katanya.
âSementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan pemerintah daerah mendorong petani Badui agar memperluas budi daya kencur, sebab produksi kencur di daerah ini hanya petani Badui.
â"Kami minta petani Badui terus melakukan gerakan tanaman kencur guna meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat, " katanya.
- Petani Badui
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Gunung Semeru Erupsi Disertai Awan Panas Guguran Sejauh 4 Km
-
Ganggu Estetika Kota, Pemerintah Kota Medan Gencarkan Penertiban PKL
-
Film Dokumenter Terbaru Lisa Blackpink Sedang dalam Tahap Pengerjaan
-
Waspada FOMO! OJK Ingatkan Investor Muda Berhati-hati di Kripto
-
Indonesia Borong Empat Gelar Thailand Masters
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.