Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Bogor Melonjak 57 Persen, Pemkab Perkuat Perlindungan

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 00:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Bogor Melonjak 57 Persen, Pemkab Perkuat Perlindungan Doc: Antara
Ket. Kegiatan koordinasi lintas sektor penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang diselenggarakan Pemkab Bogor di Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (12/10).

Kabupaten Bogor - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menggandeng berbagai pihak untuk memperkuat pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak menyusul tingginya jumlah kasus yang dilaporkan dalam beberapa tahun terakhir.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor Pedri Hariyanto di Megamendung, Selasa, mengatakan penanganan kekerasan membutuhkan keterlibatan berbagai sektor, mulai dari pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga perlindungan, hingga masyarakat.

"Koordinasi lintas sektor menjadi penting karena penanganan korban dapat melibatkan berbagai aspek, mulai dari layanan kesehatan, pendampingan psikologis, perlindungan sosial, pendidikan, bantuan hukum, keamanan, hingga pemberdayaan keluarga," kata Pedri.

Penguatan koordinasi tersebut dibahas dalam kegiatan koordinasi lintas sektor penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak yang diselenggarakan Pemkab Bogor di Megamendung, Senin (12/10).

Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Bogor, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tercatat sebanyak 369 kasus pada 2023 dan turun menjadi 323 kasus pada 2024.

Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 509 kasus pada 2025 atau naik sekitar 57,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pada 2026, tercatat sebanyak 423 kasus.

Pedri mengatakan peningkatan jumlah kasus yang dilaporkan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memperluas langkah pencegahan, termasuk melalui edukasi, deteksi dini, penguatan ketahanan keluarga, dan peningkatan akses layanan perlindungan.

Menurut dia, kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat berupa kekerasan fisik, psikis, seksual, penelantaran, maupun eksploitasi yang terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, ruang publik, hingga ruang digital.

Pemkab Bogor juga memperkuat peran Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA), Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Satuan Tugas Perlindungan Perempuan dan Anak (Satgas PPA), serta Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD).

Sementara itu, Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bogor Sussy Rahayu Agustini mengatakan pihaknya mendorong penguatan kembali Forum Anak di seluruh kecamatan sebagai bagian dari upaya pencegahan kekerasan sejak dini.

Menurut dia, keterlibatan anak dalam forum tersebut diharapkan dapat memperluas edukasi mengenai perlindungan anak sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap potensi kekerasan di lingkungan sekitar.

"Keterlibatan orang tua, sekolah, pemerintah, serta masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak," kata Sussy.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan deteksi dini di lingkungan keluarga maupun satuan pendidikan dengan tetap mengutamakan keamanan serta perlindungan privasi anak.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
Obligasi Daerah Dirilis Dua...
Luar Negeri
Warga Lokal Harus Dilibatka...
Luar Negeri
IMF Peringatkan Negara Misk...
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.