Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gubernur BI Nilai RI Berpeluang Besar untuk Kembangkan Ekonomi Syariah

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 16:28 WIB | Oleh:
Gubernur BI Nilai RI Berpeluang Besar untuk Kembangkan Ekonomi Syariah Doc: antara foto
Ket. Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti

JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk semakin mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah (eksyar) seiring besarnya populasi muslim serta relevansi nilai-nilai universal syariah bagi masyarakat global.

Dalam laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/2026, Indonesia bertahan di peringkat keempat dunia. Meski pencapaian tersebut patut diapresiasi, Destry menilai Indonesia dinilai tidak boleh berpuas diri dan perlu terus memperkuat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

“Dengan kita melihat skala yang lebih besar, maka peluang dari pengembangan ekonomi keuangan syariah ini akan sangat tinggi sekali. Jadi bukan hanya di negara yang berbasis masyarakat muslim, tapi juga negara-negara lain yang mungkin muslimnya terbatas,” kata Destry dalam pembukaan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta, Rabu (14/10).

Menurutnya, ekonomi dan keuangan syariah memiliki nilai-nilai universal yang dapat diterapkan secara lebih luas, termasuk di negara-negara dengan populasi muslim relatif kecil. Nilai-nilai tersebut meliputi inklusivitas, keberlanjutan (sustainability), dan keadilan (fairness).

Dari sisi inklusivitas, jelas Destry, ekonomi syariah mendorong pembangunan yang tidak meninggalkan kelompok masyarakat mana pun, termasuk dalam hal akses terhadap layanan keuangan. Sementara itu, prinsip keberlanjutan menekankan pentingnya menjaga alam sebagai ciptaan Tuhan.

Adapun prinsip keadilan menekankan bahwa hasil pembangunan harus dapat dirasakan secara adil oleh berbagai kelompok masyarakat, bukan hanya golongan tertentu.

Destry memandang, nilai-nilai tersebut semakin relevan untuk diterapkan dalam berbagai model bisnis, termasuk bisnis konvensional.

Ia mencontohkan bahwa di kawasan ASEAN, perhatian terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah juga semakin meluas. Selain Malaysia, Destry menyebut Filipina dan Thailand kini turut mengembangkan sektor tersebut, terutama keuangan syariah secara agresif.

“Ini tentu menjadi PR buat kita, karena kita sudah mempunyai basis yang kuat, tinggal bagaimana kita untuk bisa mendorong ke depan,” kata dia.

Dari sisi ekonomi syariah, merujuk catatan Kemenko Bidang Perekonomian, rantai nilai halal di dalam negeri tumbuh 5,5 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Pertumbuhan tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

Sementara itu, dari sisi keuangan syariah, penerbitan green sukuk Indonesia sejak 2018 mencapai 7,7 miliar dollar AS di pasar global dan Rp108,9 triliun di pasar domestik per Juni 2026.

Meski nilai penerbitan green sukuk di pasar domestik terbilang besar, Destry menilai porsinya masih relatif kecil dibandingkan dengan total penerbitan obligasi pemerintah. Kondisi ini menunjukkan masih terbukanya ruang untuk mengembangkan pasar keuangan syariah di Indonesia.

Destry juga menyoroti tingginya minat investor dari negara-negara nonmuslim terhadap instrumen tersebut, termasuk dari Amerika Serikat dan Eropa.

Menurutnya, minat tersebut antara lain didorong oleh karakteristik green sukuk yang mendukung pembiayaan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Nasional
IPW Dorong Kapolri Perkuat ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Rupiah Masih Rentan - 14 Oktober 2026
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.