Dompu Bidik Peluang Baru Lewat Hilirisasi Ayam, Petani Jagung Bisa Ketiban Berkah
📅 Rabu, 14 Okt 2026, 00:17 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoDOMPU - Proyek hilirisasi ayam terintegrasi senilai Rp1,7 triliun di Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi menyerap jagung petani melalui rencana pembangunan pabrik pakan ternak di Kabupaten Dompu.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Dompu Ilham mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan lahan di Desa Nusa Jaya untuk mendukung pembangunan pabrik pakan yang direncanakan dikelola PT Berdikari, badan usaha milik negara (BUMN).
"Karena pabrik pakan dikelola BUMN, kemungkinan lahannya menggunakan pola HGB atau pinjam pakai," kata Ilham kepada ANTARA di Dompu, Selasa.
Menurut dia, potensi produksi jagung menjadi salah satu pertimbangan penempatan industri pakan di Dompu. Ketersediaan bahan baku lokal diharapkan membuka peluang penyerapan hasil panen sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Meski demikian, besaran kebutuhan jagung dan kapasitas produksi pabrik belum dipastikan. Dampak investasi terhadap pasar jagung lokal akan bergantung pada kebutuhan bahan baku dan operasional industri setelah fasilitas tersebut dibangun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ilham menjelaskan pengembangan industri perunggasan terintegrasi itu mencakup empat kabupaten, yakni Sumbawa, Bima, Dompu, dan Lombok Tengah, dengan total rencana investasi sekitar Rp1,7 triliun.
Ilham mengatakan program tersebut diarahkan untuk memperkuat industri perunggasan nasional melalui penyediaan bibit ayam, pakan, dan sarana produksi lainnya. Ia menyebut Nilai Tukar Peternak (NTPT) saat ini berada pada angka 131, dengan target peningkatan hingga kisaran 140-150.
Selain itu, pemerintah daerah mengusulkan fasilitas pengolahan daging dan telur di Lombok Tengah dengan memanfaatkan lahan milik daerah.
Usulan tersebut masih dalam tahap awal dan belum dibahas secara intensif.
Dalam pembagian lokasi, Sumbawa dan Bima disiapkan sebagai pusat pembibitan ayam indukan atau parent stock (PS) yang dilengkapi fasilitas penetasan telur atau hatchery. Dompu menjadi lokasi pabrik pakan, sedangkan Lombok Tengah direncanakan menampung fasilitas pengolahan daging dan telur.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan NTB Muhamad Riady mengatakan pembangunan proyek tersebut dilakukan bertahap dengan memprioritaskan fasilitas pembibitan ayam di Sumbawa dan Bima sebelum berlanjut ke pabrik pakan di Dompu.
"Setelah jalan PS dan hatchery yang di Bima dan Sumbawa, baru pabrik pakannya menyusul," kata Riady.
Saat ini, pemerintah masih menyelesaikan proses administrasi lahan melalui Hak Pengelolaan Lahan (HPL) serta menindaklanjuti tahapan pembangunan fasilitas pembibitan di kedua kabupaten tersebut.
Setelah proses pertanahan selesai, tahapan berikutnya meliputi pemenuhan kewajiban dan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara pemerintah daerah dan PT Berdikari. Pembangunan fisik pabrik pakan dapat dilaksanakan setelah tahapan tersebut dituntaskan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!