Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Danantara Gelar DTIIF 2026, Hubungkan Inovasi Teknologi dengan Investasi Global

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 23:23 WIB | Oleh:
Danantara Gelar DTIIF 2026, Hubungkan Inovasi Teknologi dengan Investasi Global Doc: istimewa
Ket. Flyer Danantara TIIF26

JAKARTA – Danantara Indonesia akan menggelar Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 pada 26–28 Oktober 2026 di Fairmont Hotel Jakarta. Forum yang untuk pertama kalinya diselenggarakan itu ditujukan untuk mempertemukan pelaku teknologi, inovator, investor global, lembaga riset, dan industri guna mempercepat transformasi industri Indonesia.

Dengan mengusung tema “Investing in Tomorrow: Advancing Technology, Innovation, and Sustainable Growth”, DTIIF 2026 dirancang sebagai wadah untuk menghubungkan prioritas industri strategis nasional dengan teknologi mutakhir, ekosistem inovasi global, keahlian ilmiah, serta sumber pendanaan jangka panjang. 

Lebih dari 1.500 peserta diperkirakan menghadiri forum tersebut. Mereka terdiri atas 170 inovator global, 131 CEO perusahaan teknologi global, 67 pusat riset dan inovasi, serta perwakilan lebih dari 50 badan usaha milik negara (BUMN).

Forum itu juga akan melibatkan para peraih Nobel, investor berdaulat dan institusional, pemimpin pemerintahan, mitra akademik, serta perusahaan rintisan yang tengah berkembang. Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan mempercepat penerapan teknologi dari tahap pengembangan menuju implementasi industri dan investasi nyata di Indonesia.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, mengatakan Indonesia tengah memasuki fase penting dalam transformasi teknologi dan industri, di tengah persaingan global yang semakin ketat untuk menarik investasi dan penguasaan teknologi.

Menurut dia, investasi perlu diarahkan tidak hanya untuk mendorong kemajuan teknologi, tetapi juga memperluas penerapan dan industrialisasi inovasi dalam skala besar.

“Dengan mengubah terobosan menjadi kapasitas nyata, kita dapat meningkatkan produktivitas, memperkuat daya saing, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan membuka sumber-sumber nilai baru,” kata Sigit dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (14/10).

DTIIF tambahnya akan menghubungkan keahlian ilmiah dan teknologi dengan modal jangka panjang serta kemampuan eksekusi. Dengan demikian, teknologi mutakhir diharapkan dapat menjadi penggerak industri yang berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Fokus pada Enam Sektor Strategis
DTIIF 2026 akan berlangsung selama tiga hari dengan rangkaian program yang disusun untuk menghubungkan arah kebijakan, kemitraan bisnis, dan pengembangan talenta masa depan.

Pada hari pertama, forum mengangkat tema Strategic Outlook and Global Partnership, yang berfokus pada penetapan prioritas bersama dan pengembangan kemitraan global. Hari kedua bertema Technology, Innovation, and Investment Collaboration, dengan penekanan pada kolaborasi teknologi, industri, dan investasi. Sementara itu, hari ketiga mengusung tema Youth, Inclusion, and Sustainable Future, yang menyoroti pembangunan ekosistem inovasi yang inklusif dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Setelah rangkaian sambutan dari pimpinan pemerintahan, menteri, dan pemimpin ekonomi global, jajaran pimpinan Danantara Indonesia akan memaparkan investasi unggulan serta portofolio melalui sesi khusus bagi para eksekutif perusahaan atau C-Suite Session.

Forum tersebut juga akan menghadirkan kuliah dari peraih Nobel, presentasi sektor industri, pemaparan proyek, penjajakan kemitraan bisnis atau business matching, serta pertemuan bilateral terbatas.

Seluruh agenda akan diarahkan pada enam sektor yang dinilai strategis bagi masa depan industri Indonesia, yakni energi; pertanian, pangan, dan kesehatan lalu material maju dan semikonduktor, transportasi dan infrastruktur, keuangan dan perbankan, serta kecerdasan buatan (AI), infrastruktur digital, dan telekomunikasi.

Sejumlah pembicara yang telah dikonfirmasi mencakup perwakilan senior Pemerintah Indonesia, para peraih Nobel, serta perusahaan teknologi global, termasuk Google dan Microsoft. Penyelenggara akan mengumumkan pembicara lainnya menjelang pelaksanaan forum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Dua Akses Disiapkan ke Stasiun Whoosh Karawang

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Dua Akses Disiapkan ke Stas...
Megapolitan
Kapolda: Polisi Harus Peka ...
Advertisement
Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

Parah, Ombudsman RI Temukan Gangguan Layanan BBM di 11 Provinsi

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.