Waduk PLTA Batang Toru 510 MW Mulai Digenangi, Listrik Sumut Siap Siaga Jelang Nataru

Selasa, 13 Okt 2026, 15:05 WIB

JAKARTA–Pasokan listrik Sumatera Utara bakal makin andal jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Tapanuli Selatan mulai digenangi pada Jumat (9/10).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot yang mengkoordinasikan langsung proses penggenangan tersebut menargetkan pembangkit ini bisa beroperasi untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan listrik saat Nataru.

Ket. Foto: Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot meninjau kesiapan Waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batang Toru berkapasitas 510 megawatt (MW) di Tapanuli Selatan akhir pekan lalu — Sumber: esdm.go.id

Kehadiran PLTA Batang Toru dinilai mendesak. Pasalnya, cadangan operasional sistem kelistrikan Sumatera masih sangat tipis.

"Cadangan operasional hanya 4 persen. Idealnya kan sekitar 15 sampai 20 persen," ungkap Yuliot.

Saat ini, sistem kelistrikan Sumatera bagian utara masih ditopang pasokan dari Sumatera bagian selatan melalui jaringan transmisi. Dengan pertumbuhan beban Sumatera Utara yang mencapai 100-120 MW per tahun, tambahan daya 510 MW dari Batang Toru diyakini mampu menopang kebutuhan listrik provinsi itu hingga 4-5 tahun ke depan.

Yuliot menjelaskan, penggenangan menjadi syarat wajib untuk menguji seluruh fasilitas pembangkit, mulai dari powerhouse, ketinggian genangan sesuai target, hingga penyaluran daya ke jaringan transmisi.

"Jadi, tanpa penggenangan, kita tidak bisa melakukan uji coba atas seluruh fasilitas yang ada di sini," ujarnya.

Seluruh kegiatan penggenangan dipercepat pada triwulan IV 2026, disertai uji coba seluruh instrumen selama dua pekan. Setelah itu, pembangkit akan diuji untuk masuk ke jaringan PLN sebelum resmi beroperasi.

"Dari Kementerian ESDM tinggal memastikan bisa berjalan baik. Kalau sudah berjalan dengan baik, kita akan menerbitkan sertifikat laik operasi," kata Yuliot.

Penggenangan dapat dilaksanakan setelah seluruh persoalan administrasi diselesaikan, termasuk kewajiban kepada Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH dan Kementerian Kehutanan. Penyelesaian tersebut dikawal bersama oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH, Kementerian Kehutanan, dan Kejaksaan Agung, sebagai wujud dukungan lintas kementerian/lembaga terhadap ketahanan energi dalam Asta Cita Presiden.

PLTA Batang Toru juga diandalkan karena pasokan airnya yang stabil. Hulu sungainya terhubung langsung dengan Danau Toba, sehingga di tengah kondisi El Nino sekalipun, sumber airnya dinilai lebih dari cukup dibandingkan PLTA lain.

Proyek Strategis Nasional senilai Rp21,6 triliun ini terdiri atas empat unit pembangkit masing-masing 127,5 MW. Pengembangnya, PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), telah menyiapkan kajian pengembangan tahap kedua berkapasitas 160 MW. Yuliot memastikan sebagian besar pekerja proyek merupakan tenaga lokal, dan peralatan dalam negeri dimanfaatkan sejauh memungkinkan.

Dengan dimulainya penggenangan, PLTA Batang Toru selangkah lagi menjadi penopang baru kelistrikan Sumatera Utara, memperkuat keandalan sistem sekaligus mendukung kemandirian energi nasional.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.