• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Putri Marino Raih Nominasi...

Putri Marino Raih Nominasi Kategori “Best Performance” Lewat “Empat Musim Pertiwi” di Ajang SGIFF 2026

Selasa, 13 Okt 2026, 17:43 WIB

JAKARTA - Putri Marino meraih nominasi Best Performance di ajang Singapore International Film Festival (SGIFF) 2026 lewat perannya dalam film Empat Musim Pertiwi. Film karya penulis sekaligus sutradara Kamila Andini tersebut telah tayang di bioskop Indonesia sejak 8 Oktober 2026.

Sebelum hadir di Indonesia, Empat Musim Pertiwi mendapat sambutan meriah di Busan International Film Festival (BIFF) 2026. Film ini juga mendapat respons positif dari penonton Indonesia yang menyoroti kisah tentang harapan dan kekuatan perempuan.

Ket. Foto: (Dari kiri ke kanan) Arya Saloka, Putri Marino, sutradara Kamila Andini dan produser Ifa Ifansyah — Sumber: Dokumentasi Forka Films/Poplicist Publicist

Selain nominasi di SGIFF, Putri Marino menerima penghargaan Face of Asia Awards dari majalah Marie Claire Korea Selatan. Penghargaan tersebut diselenggarakan bersamaan dengan BIFF 2026.

Dalam film ini, Putri memerankan Pertiwi, sosok perempuan yang menghadapi berbagai persoalan dalam hidupnya. Menurut Putri, karakter tersebut mengajarkannya tentang kekuatan yang dapat tumbuh dari diri sendiri maupun orang-orang di sekitarnya.

“Melihat betapa kuatnya Pertiwi dan juga rapuhnya Pertiwi, tapi dia juga bisa menjadi kekuatan untuk orang-orang di sekitarnya. Dan orang-orang di sekitarnya yang juga rapuh, yang juga mengalami ketidakadilan, bisa menjadi kekuatan juga untuk Pertiwi,” ujar Putri Marino dalam keterangan resmi, Minggu (11/10).

Reza Rahadian turut memberikan tanggapan positif terhadap film tersebut. Ia menilai Empat Musim Pertiwi memiliki beragam lapisan cerita yang mengangkat kekuatan perempuan dari berbagai sudut pandang.

“Film yang indah dan kuat. Film ini berbicara banyak tentang kekuatan perempuan dari berbagai macam lapisan, perspektif seorang ibu, perspektif seseorang yang mungkin dianggap orang yang aneh atau bahkan mereka yang tidak diterima di masyarakat,” kata Reza.

Pandangan serupa disampaikan El Putra Sarira yang menyebut film tersebut sebagai mahakarya yang indah. Sementara itu, Rachel Amanda menyoroti bagaimana perempuan kerap diremehkan meski telah berusaha menunjukkan keberanian dan kemampuannya.

“Sebagai perempuan, ada rasa marah, bagaimana perempuan itu sangat mudah dikerdilkan walaupun kita sudah berupaya berani. Bagiku yang menarik itu justru tentang sisi Pertiwi yang punya keahlian lain,” kata Rachel.

Empat Musim Pertiwi ditulis dan disutradarai Kamila Andini, dengan Ifa Isfansyah sebagai produser. Film ini merupakan hasil kerja sama enam negara, yakni Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia.

Film Empat Musim Pertiwi telah tayang di bioskop Indonesia sejak 8 Oktober 2026. Film ini masih dapat disaksikan di bioskop-bioskop terdekat. ils/I-1

  • Putri Marino
  • Film Empat Musim Pertiwi

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.