Porprov VII Banten 2026: Tangsel Kebut Dampak Ekonomi untuk Horeka dan UMKM, Sambil Memburu Prestasi Juara

Selasa, 13 Okt 2026, 15:05 WIB

TANGERANG SELATAN - Menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026, Tangerang Selatan tidak hanya mengejar medali. Di balik ambisi menjadi juara, ada target yang lebih besar di awal: memastikan perputaran ekonomi benar-benar dirasakan hotel, restoran, kafe, dan UMKM lokal.

Ketua Umum Panitia Besar Porprov VII Banten yang juga Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan Porprov harus meninggalkan manfaat ekonomi yang konkret bagi warga, bukan sekadar seremoni olahraga.

Ket. Foto: Menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026, Tangerang Selatan tidak hanya mengejar medali. Di balik ambisi menjadi juara, ada target yang lebih besar di awal: memastikan perputaran ekonomi benar-benar dirasakan hotel, restoran, kafe, dan UMKM lokal — Sumber: istimewa

"Porprov ini harus menghidupkan ekonomi kota. Hotel terisi, restoran, kafe ramai, UMKM laku," ujar Pilar, Selasa (13/10).

Dampak Ekonomi Jadi Fokus Utama

Ribuan orang akan membanjiri Tangsel selama Porprov berlangsung. Atlet, pelatih, ofisial, keluarga atlet, hingga suporter dari 7 kabupaten/kota lain di Banten membutuhkan penginapan, makan tiga kali sehari, transportasi, hingga oleh-oleh.

Inilah momentum yang dibidik Pemkot Tangsel.

Hotel-hotel di Serpong, BSD, Ciputat dan Pamulang diproyeksikan mengalami kenaikan okupansi signifikan. Restoran dan kafe yang selama ini menjadi kekuatan ekonomi Tangsel sebagai kota penyangga Jakarta akan mendapat lonjakan pengunjung. UMKM kuliner, fesyen, kerajinan hingga oleh-oleh khas juga disiapkan untuk masuk ke venue-venue pertandingan dan titik keramaian.

Pilar meminta panitia membuka ruang selebar-lebarnya bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat, bukan vendor dari luar. Mulai dari katering kontingen, penyediaan souvenir, hingga penataan bazar UMKM di sekitar arena pertandingan.

"Jangan sampai kita jadi tuan rumah, tapi yang menikmati justru orang luar. Hotel, restoran, kafe, UMKM Tangsel harus jadi pemain utama," tegasnya.

Selain itu, Porprov menjadi ajang city branding. Banyak kontingen yang hanya mengenal Tangsel sebagai kota transit. Melalui Porprov, mereka akan diajak melihat sisi lain Tangsel: kota yang lengkap dengan kawasan kuliner, pusat belanja, pendidikan, dan gaya hidup urban yang tumbuh.

Dengan begitu, kunjungan selama Porprov diharapkan tidak berhenti sekali saja, tetapi membuka kunjungan ulang sebagai wisatawan.

Baru Setelah Itu, Target Prestasi: Jadi Tuan Rumah yang Juara

Setelah memastikan dampak ekonomi, target kedua adalah prestasi. Sebagai tuan rumah, Tangsel memikul ekspektasi ganda: sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.

"Sebagai Ketua PB Porprov, tugas saya memastikan pertandingan berjalan fair dan layak. Tapi sebagai Wakil Wali Kota, tentu saya berharap Tangerang Selatan bisa menjadi juara," kata Pilar.

Ambisi itu realistis. Pada Porprov VI Banten 2022, Tangsel finish di posisi ketiga. Kini dengan status tuan rumah, target juara umum dicanangkan.

Persiapan tidak instan. Melalui KONI Tangsel, pembinaan atlet sudah berjalan jauh hari: program latihan terpusat, training camp, uji tanding, hingga pemenuhan gizi dan psikologi atlet.

Menjadi tuan rumah memberi keuntungan moral, bertanding di depan publik sendiri. Namun juga memberi tekanan lebih besar. Karena itu Pilar menekankan fondasi utama: stamina, teknik, dan sportivitas.

"Sportivitas penting sekali. Itu modal dasar dari seorang pejuang olahraga. Medali penting, tapi cara meraihnya sama pentingnya," ujarnya.

Porprov Harus Dirasakan Warga, Bukan Hanya Atlet

Agar dua target itu tercapai, dukungan warga menjadi kunci. Pilar tidak ingin Porprov hanya diketahui kalangan olahraga saja.

Menjelang November 2026, publikasi akan digencarkan melalui media daring, cetak, media sosial hingga media luar ruang. Warga diajak untuk datang ke tribun, mengenal jadwal dan venue di dekat rumah mereka.

Sebab, sorak penonton lokal bisa menjadi energi tambahan bagi atlet Tangsel di lapangan.

Pada akhirnya, setelah medali dibagikan dan spanduk diturunkan, yang diharapkan tersisa bukan hanya daftar juara.

"Medali bisa dihitung malam penutupan. Tapi legacy tidak. Kita punya tanggung jawab moral agar event ini memberikan dampak positif di masa depan," kata Pilar.

Legacy itu bisa berupa hotel dan UMKM yang naik omzet, arena yang terus dipakai pembinaan atlet, lahirnya atlet Banten yang melangkah ke level nasional, hingga warga yang punya kenangan pernah memadati tribun demi mendukung daerahnya.

Porprov VII hanya berlangsung beberapa hari. Tapi bagi Tangsel, manfaat ekonominya untuk hotel, restoran, kafe, UMKM, dan kebanggaan prestasinya harus jauh lebih panjang.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.