Pelari Ethiopia Hawi Feysa Pertahankan Gelar Chicago Marathon, Amos Kipruto Juara di Kategori Putra
Selasa, 13 Okt 2026, 00:12 WIBCHICAGO â Pelari Ethiopia, Hawi Feysa, sukses mempertahankan gelar juara Chicago Marathon setelah memenangi persaingan sengit melawan wakil Kenya, Sharon Lokedi, pada hari Senin (12/10). Feysa finis dengan catatan waktu 2 jam 13 menit 33 detik, sedangkan Amos Kipruto tampil dominan untuk merebut gelar juara nomor putra dengan waktu 2 jam 1 menit 9 detik.
Feysa harus bekerja keras untuk mengamankan kemenangan dalam persaingan kelas berat melawan Lokedi, juara Boston Marathon dua tahun berturut-turut. Lokedi finis di posisi kedua dengan waktu 2 jam 14 menit 7 detik, disusul rekan senegaranya, Brigid Kosgei, yang mencatatkan waktu 2 jam 14 menit 55 detik.
Persaingan Feysa dan Lokedi semakin memanas ketika keduanya meninggalkan kelompok terdepan di sekitar kilometer ke-30. Kondisi lintasan yang ideal di Chicago, yang dikenal sebagai salah satu rute maraton tercepat di dunia, membuat kedua pelari mampu mempertahankan kecepatan tinggi.
Sejak saat itu, Feysa dan Lokedi terlibat duel taktis dengan beberapa kali saling mengambil alih posisi terdepan. Persaingan berlangsung ketat hingga enam mil terakhir atau sekitar 9,7 kilometer menjelang garis finis.
Namun, Feysa menunjukkan keunggulannya pada kilometer terakhir. Pelari Ethiopia tersebut meningkatkan kecepatan secara signifikan dan meninggalkan Lokedi yang tidak mampu mengimbangi akselerasinya.
Setelah melewati garis finis, Feysa sempat terjatuh akibat kelelahan. Meski demikian, ia mengaku sangat bahagia bisa mempertahankan gelarnya.
âPersaingan benar-benar menjadi pertarungan sekitar kilometer ke-33. Ketika mencapai kilometer ke-35, saya mulai cukup yakin bahwa kemenangan ini akan menjadi milik saya,â ujar Feysa melalui penerjemah.
Kemenangan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Feysa setelah sebelumnya meraih medali perunggu untuk kedua kalinya di Tokyo pada tahun ini.
Di kategori putra, Amos Kipruto menuntaskan misinya dengan merebut gelar juara setelah tahun lalu harus puas finis di posisi kedua. Pelari Kenya itu mencatatkan waktu 2 jam 1 menit 9 detik untuk memastikan kemenangan dengan penampilan yang nyaris sempurna secara taktis.
Kipruto sebelumnya finis 91 detik di belakang pelari Uganda, Jacob Kiplimo, pada Chicago Marathon 2025. Kali ini, ia membalikkan keadaan dan tampil sebagai penguasa lomba, sekaligus menambah koleksi gelar maraton bergengsinya setelah memenangi London Marathon empat tahun lalu.
Pelari Ethiopia, Tadese Bikila, menempati posisi kedua dengan waktu 2 jam 2 menit 56 detik. Rekan senegaranya, Milkesa Mengesha, melengkapi podium setelah finis dalam 2 jam 3 menit 46 detik.
Kipruto dan Kiplimo sempat memimpin rombongan pelari dengan keunggulan 16 detik ketika mencapai kilometer ke-30. Namun, Kiplimo mulai kehilangan kecepatan tidak lama kemudian dan akhirnya merosot ke posisi keempat.
Situasi tersebut memberi Kipruto kesempatan untuk memperlebar jarak. Ia menjalani sebagian besar fase akhir lomba sendirian dan melintasi lintasan lurus menuju garis finis tanpa mendapat tekanan berarti dari para pesaingnya.
âSaya datang ke sini untuk bertarung. Semuanya bergantung pada pola pikir. Persaingannya sangat ketat, tetapi saya sudah menetapkan tujuan dalam pikiran saya. Saya berkata kepada diri sendiri, âAyo, kita lakukan,ââ ujar Kipruto.
Prestasi luar biasa juga tercipta pada nomor kursi roda putri. Atlet Swiss, Catherine Debrunner, memecahkan rekor dunia miliknya sendiri setelah finis dalam waktu 1 jam 33 menit 16 detik.
Debrunner memperbaiki rekor sebelumnya dengan selisih satu menit. Rekor terdahulu tersebut ia catatkan di Berlin tiga tahun lalu.
Rekan senegaranya, Marcel Hug, turut mengukir prestasi dengan meraih gelar ketujuh Chicago Marathon pada nomor kursi roda putra. Hug menyelesaikan lomba dalam waktu 1 jam 21 menit 34 detik, sekaligus mencatatkan rekor baru lintasan.
Debrunner mengaku dukungan penonton memberikan dorongan besar sepanjang perlombaan. Ia bahkan tidak menyangka mampu memecahkan rekor dunia di Chicago.
âPenonton benar-benar sangat membantu saya. Sejujurnya, saya hampir tidak bisa berkata-kata. Saya sama sekali tidak menyangka akan mencatatkan rekor dunia di sini,â ujar Debrunner.
Chicago Marathon tahun ini pun menghadirkan persaingan ketat di nomor elite putra dan putri, sekaligus menjadi panggung lahirnya rekor dunia baru pada nomor kursi roda putri.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Ketidakpastian Global Dorong CFO Perkuat Tata Kelola dan Pemanfaatan AI
-
Sebelum Dilelang, Gaun Hitam Putri Diana Dipamerkan di London, Hong Kong, dan Jenewa
-
Dua Kecamatan di Nias Barat Terendam Banjir
-
Sekda Kota Bogor Dorong Peningkatan Pelayanan Publik
-
Mengejutkan! Pegadaian Sabet Beragam Penghargaan di The Best Contact Center Indonesia 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.