• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Sebelum Dilelang, Gaun Hit...

Sebelum Dilelang, Gaun Hitam Putri Diana Dipamerkan di London, Hong Kong, dan Jenewa

Sabtu, 19 Sep 2026, 11:08 WIB

LONDON — Gaun hitam mencolok yang dikenakan mendiang Putri Diana pada hari mantan suaminya, Pangeran Charles, mengakui perselingkuhan secara terbuka, akan dilelang di Sotheby's, dengan perkiraan harga pra-penjualan hingga $300.000 (Rp5,3 miliar).

Pertama, "gaun balas dendam", demikian sebutannya, akan melakukan tur internasional, sebagai bukti daya tarik global yang abadi terhadap Diana hampir 30 tahun setelah kematiannya.

Ket. Foto: Gaun yang dikenakan mendiang Putri Diana dan dikenal sebagai "Gaun Balas Dendam", yang dirancang Christina Stambolian, dipamerkan di rumah lelang Sotheby's di London, Jumat, 18 September 2026 — Sumber: AP

Gaun tersebut, yang dipamerkan kepada publik pada hari Jumat (18/9) di rumah lelang Sotheby's di London, dikenakan oleh Lady Diana pada tanggal 29 Juni 1994, tanggal penayangan wawancara di mana Pangeran Charles saat itu mengakui perselingkuhannya.

Diana, yang tahu perselingkuhan itu akan diungkap, memilih untuk mengenakan gaun sutra ketat tanpa lengan rancangan desainer Yunani Christina Stambolian untuk sebuah acara gala di Serpentine Gallery London.

Morgane Halimi, kepala global tas tangan dan mode Sotheby's, mengatakan Diana memilih "pakaian yang indah dan berkesan" sebagai cara untuk mengambil kendali atas kisah hidupnya sendiri.

“Dia selalu menggunakan fesyen sebagai cara untuk berekspresi, tetapi kali ini (fesyen) adalah cara untuk mengkomunikasikan ekspresi pribadinya tentang dirinya sendiri,” kata Halimi dikutip Associated Press. “Perasaannya pada hari itu adalah, 'Aku mengambil kembali kendali atas cerita ini dan aku di sini dan aku membela diriku sendiri.'”

Foto-foto Diana mengenakan gaun itu, dengan aksesori berupa kalung safir, sepatu hak tinggi hitam, dan cat kuku merah terang, tersebar di seluruh dunia. Keesokan harinya, tabloid The Sun memberitakan di halaman depannya: "Balas dendam itu modis."

Tahun berikutnya, Diana melakukan wawancara di mana dia mengakui perselingkuhannya sendiri, dan mengatakan "ada tiga orang dalam pernikahan ini," merujuk pada kekasih Charles, Camilla Parker-Bowles, yang sekarang menjadi Ratu Camilla. Charles dan Diana bercerai pada tahun 1996, setahun sebelum Diana tewas dalam kecelakaan mobil di Paris pada usia 36 tahun.

Gaun itu tetap sangat terkenal sehingga replika patung lilin seukuran aslinya yang menggambarkan Diana mengenakan gaun itu diresmikan di sebuah museum di Paris tahun lalu.

Gaun tersebut dilelang untuk pertama kalinya sejak tahun 1997, ketika Diana menjualnya dan pakaian lainnya untuk mengumpulkan dana bagi badan amal AIDS. Estimasi harga pra-lelang berkisar antara $150.000 hingga $300.000, tetapi para ahli lelang Sotheby's tidak akan terkejut jika harganya jauh melebihi angka tersebut.

Sweater merah bergambar domba yang dikenakan Diana saat pertandingan polo pada tahun 1981 terjual pada tahun 2023 seharga $1,1 juta, berkali-kali lipat dari perkiraan harga sebelum penjualan dan merupakan rekor untuk barang milik mendiang anggota keluarga kerajaan Inggris.

“Saya pribadi percaya gaun ini adalah benda paling kuat yang terkait dengan Diana,” kata Halimi.

“Asal usul gaun Diana selalu menarik minat para kolektor,” tambahnya. “Namun, kisah gaun ini dan pesan universal yang dibawanya pasti akan menarik minat institusi maupun kolektor pribadi yang mencari barang-barang unik dan langka.”

Semasa hidupnya, Diana adalah ikon gaya dan salah satu wanita yang paling banyak difoto di dunia. Popularitasnya tidak pernah pudar, begitu pula daya tarik terhadap kehancuran dramatis pernikahannya dengan Raja Charles III. Sebuah buku baru karya saudara laki-laki Diana, Charles Spenser, kembali menjadi berita utama dan menyulut kembali perseteruan publik antara keluarga Spencer dan keluarga kerajaan mengenai perlakuan terhadap sang putri.

Gaun balas dendam ini dipamerkan di London hingga 24 September dan akan berpindah ke Hong Kong dan Jenewa sebelum dijual di New York pada 9 Desember mendatang.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.