Munjirin Minta Warga Waspadai Rumah Kosong Karena Dapat Picu Kebakaran

Selasa, 13 Okt 2026, 15:23 WIB

JAKARTA -- Wali Kota Jakarta Timur Munjirin meminta warga untuk mewaspadai rumah kosong, tumpukan barang bekas, dan rumput kering yang berpotensi memicu kebakaran.

"Saya juga minta ke warga kalau di dekat lingkungan ada rumah kosong untuk diperiksa karena biasanya di sana ada barang bekas dan rumput kering yang dikhawatirkan bisa menimbulkan kebakaran," kata Munjirin di Jakarta, Selasa, menanggapi meningkatnya peristiwa kebakaran di Jakarta Timur dalam beberapa pekan terakhir.

Ket. Foto: Personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur memadamkan kebakaran rumah di Jalan Asem Gede Timur, RT 10/RW 05, Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, Selasa (6/10). — Sumber: ANTARA/Siti Nurhaliza

Menurut Munjirin, rumah kosong tidak boleh dibiarkan tanpa pemeriksaan dalam waktu lama. Warga harus memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Apalagi, tumpukan barang bekas dan rumput kering di sekitar bangunan perlu diwaspadai karena dapat memperbesar risiko kebakaran apabila terkena sumber api.

Selain itu, musim kemarau juga sebagai salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya mengantisipasi kebakaran di Jakarta Timur.

Munjirin menyebut, Pemkot Jakarta Timur terus menjalankan program pencegahan kebakaran dengan melibatkan berbagai unsur kewilayahan, termasuk pengurus rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), dan lembaga musyawarah kelurahan (LMK).

"Namun demikian, saya bersama jajaran tidak berhenti, termasuk lembaga RT, RW, LMK untuk menjalankan program-program pencegahan bahaya kebakaran," ucapnya.

Selain mengawasi kondisi rumah kosong, Munjirin meminta warga memeriksa instalasi listrik secara berkala guna mengantisipasi korsleting yang dapat memicu kebakaran.

Masyarakat juga diimbau menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah masing-masing sebagai langkah kesiapsiagaan untuk melakukan penanganan awal ketika muncul api.

Munjirin berharap, langkah pencegahan yang dilakukan pemerintah bersama masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, sekaligus mengurangi risiko kerugian materi maupun korban jiwa.

Sebelumnya, kebakaran di wilayah Jakarta Timur sejak awal Oktober 2026 sudah terjadi lebih belasan kali hingga mengakibatkan lima orang meninggal dunia.

Seorang anak berusia empat tahun berinisial A meninggal dunia akibat kebakaran rumah di Jalan Tipar Cakung Gang Pelajar, RT 009/RW 009, Cakung Barat, Jakarta Timur, Jumat (2/10) siang.

Lalu, dua warga lanjut usia (lansia) yakni Sintawati (90) dan Eka Ariyono (60), meninggal dunia akibat kebakaran rumah di Jalan Drompol Nomor 4, RT 04/RW 17, Kayu Putih, Pulogadung, Senin (5/10) pagi.

Kemudian, dua pemuda yakni Muhammad Fadel (18) dan M. Alfarizi (20) meninggal dunia akibat terjebak di lantai dua sebuah rumah yang terbakar di Jalan Asem Gede Timur, Utan Kayu Selatan, Matraman, Selasa (6/10).

  • waspada kebakaran

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.