Kementerian Pariwisata Dorong Pengembangan Wisata Camino de Flores

Selasa, 13 Okt 2026, 15:32 WIB

JAKARTA -- Kementerian Pariwisata mendorong pengembangan kegiatan "Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores" di Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, menjadi produk layanan wisata berbasis pengalaman.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa penyelenggaraan "Camino de Flores" sejalan dengan kampanye "Go Beyond Ordinary" untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya Indonesia.

Ket. Foto: Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini (kanan) bersama Inisiator Camino De Flores Mari Elka Pangestu (kedua dari kanan) menyampaikan penjelasan mengenai "Camino De Flores" dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/10). — Sumber: ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti

Perjalanan wisata yang mencakup kegiatan kebugaran dan kesejahteraan itu, menurut dia, bisa dikembangkan menjadi acara berkala dan produk layanan wisata yang menawarkan pengalaman bermakna bagi wisatawan.

"Yang dicari oleh wisatawan sekarang adalah pengalaman," kata Made.

Kegiatan "Camino de Flores" yang akan dilaksanakan dari 23 hingga 27 Oktober 2026, menurut dia, menghadirkan pengalaman menyaksikan keindahan alam, mengenal tradisi dan budaya lokal, mencicipi makanan tradisional, serta berinteraksi dengan masyarakat setempat.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah akan mendukung penyebarluasan informasi mengenai "Camino de Flores."

Menurut dia, Kementerian Pariwisata juga berencana mengundang perwakilan media massa dan agen perjalanan untuk mengikuti kegiatan perjalanan pengenalan (Familiarization Trip/Famtrip) program "Camino de Flores" tahun depan.

"Biar kita Famtrip nanti menguji coba. Jadi, apakah betul 'Camino de Flores' ini bisa cocok untuk wisatawan. Jadi teman-teman media bisa merasakannya," kata dia.

Kegiatan "Camino de Flores" selanjutnya diharapkan dapat menjadi pilihan paket wisata berkualitas bagi wisatawan.

"Kualitas itu bukan hanya soal harga ya. Enggak harus mahal ya, tapi pengalaman, dia menghargai budayanya, dia menghormati alamnya, dia turut langsung memberi," kata Made.

Ia menambahkan, peserta "Camino de Flores" bisa menyumbangkan dana untuk membantu masyarakat setempat membangun sarana dan prasarana publik dasar serta mendukung peningkatan perekonomian warga dengan membeli produk lokal di daerah tujuan wisata.

  • Camino de Flores

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Antara, Sujar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.