Cegah Stunting Sejak Dini, PKK Kutim Gencarkan Kampanye Makan Ikan
Selasa, 13 Okt 2026, 00:05 WIBSANGATTA - Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur aktif melakukan kampanye tentang mengonsumsi ikan, guna mendorong peningkatan konsumsi ikan sebagai sumber protein dan gizi keluarga untuk mendukung pencegahan stunting.
"Kader PKK di tingkat kecamatan hingga desa memiliki peran penting dalam mengedukasi masyarakat mengenai manfaat ikan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk mengoptimalkan potensi perikanan lokal," ujar Ketua PKK Kabupaten Kutim Siti Robiah di Sangatta, Senin.
Ia menyebut ikan sumber protein yang baik bagi tubuh, karena kandungan gizi peran penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak anak.
Kampanye tersebut dilakukan baik melalui kegiatan khusus maupun berbagai kesempatan, termasuk dalam Lomba Masak Serba Ikan Kabupaten Kutim di Gedung Wanita Bukit Pelangi, dalam rangkaian Erau Adat Pelas Benua di Sangatta yang digelar empat hari pada 9-12 Oktober ini.
Menurut dia, pemanfaatan ikan sebagai bahan pangan keluarga perlu dibiasakan sejak dini, terutama untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak dalam masa pertumbuhan.
Pemenuhan gizi sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun menjadi periode penting untuk mendukung tumbuh kembang sekaligus mengurangi risiko stunting. Terlebih prevalensi stunting Kutim sebesar 26,9 persen pada 2024 dan target penurunan menjadi 23,7 persen pada 2026.
Untuk itu, pengetahuan keluarga mengenai makanan bergizi perlu diperkuat melalui edukasi yang berkelanjutan, karena kekurangan gizi pada anak tidak selalu akibat ekonomi, tapi bisa akibat ketidaktahuan tentang sumber makanan bergizi.
Siti Robiah menilai lomba masak serba ikan tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi kreativitas memasak, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan beragam olahan ikan yang menarik, terjangkau, dan mudah diterapkan dalam menu sehari-hari.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perikanan bersama TP PKK Kutim tersebut diikuti perwakilan dari 18 kecamatan yang menampilkan kreasi olahan ikan dengan beragam penyajian.
Ia berharap, kader PKK tidak berhenti pada partisipasi dalam perlombaan, tetapi turut menyebarluaskan pengetahuan tentang gizi melalui penyuluhan, pendampingan, dan praktik pengolahan makanan di lingkungan masyarakat.
Adanya variasi menu yang sesuai kebutuhan gizi, ikan diharapkan semakin diminati anak-anak, sehingga konsumsi pangan bergizi dapat menjadi kebiasaan dalam keluarga.
"Jangan sampai hasil kreasi yang ditampilkan dalam lomba hanya berhenti di sini. Saya berharap inovasi ini terus dikembangkan, disosialisasikan, dan dipraktikkan oleh keluarga di kecamatan dan desa masing-masing," ujarnya.
- Kampanye
- Cegah Stunting
- Gencarkan
- Stunting
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
FIFA Asean Cup 2026: Indonesia Tekuk Singapura 2-0, Modal Hadapi Malaysia di Laga Kedua Grup A
-
Pakar dari UI Ingatkan Publik Akan Bahaya Minuman Kekinian bagi Kesehatan
-
Kejar Nilai Tambah Ekonomi, Enam Sektor Prioritas Dibayangi Risiko Ekologis
-
Akademi Pencegahan Stunting, Kompetensi ASN untuk Tekan Stunting di Kota Yogyakarta
-
Memperkuat Pencegahan Stunting Melalui Posyandu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.