Alexander Zverev jadi Petenis Peringkat Satu Dunia
Selasa, 13 Okt 2026, 19:17 WIBSHANGHAI â Alexander Zverev memastikan diri menjadi petenis nomor satu dunia pada akhir musim 2026 untuk pertama kalinya dalam kariernya. Petenis Jerman itu meraih pencapaian tersebut setelah Carlos Alcaraz tersingkir dari turnamen Shanghai Masters, Senin (12/10).
Zverev akan menjadi petenis Jerman pertama yang menutup musim di puncak peringkat ATP. Pada usia 29 tahun, ia juga tercatat sebagai petenis tertua yang pertama kali meraih status nomor satu akhir musim.
âIni merupakan musim yang luar biasa bagi saya, dengan kemenangan di Paris dan New York. Mengetahui bahwa saya akan mengakhiri tahun di puncak peringkat merupakan impian yang menjadi kenyataan,â ujar Zverev.
Ia mengaku telah mencurahkan banyak tenaga untuk mencapai target tersebut, terutama setelah pulih dari cedera pergelangan kaki. âSaya menantikan kesempatan untuk menutup musim ini dengan hasil yang membanggakan,â kata dia.
Sepanjang kariernya, Zverev delapan kali mengakhiri musim di jajaran 10 besar peringkat ATP dan lima kali menempati lima besar. Pada 2024, ia menutup musim di posisi kedua sebelum mencapai puncak dua tahun kemudian.
Musim 2026 menjadi periode terbaik Zverev setelah meraih dua gelar Grand Slam pertamanya. Ia menjuarai Roland Garros dan US Open setelah sebelumnya belum pernah memenangkan gelar mayor.
Zverev mengawali tahun dengan mencapai semifinal Australian Open pada Januari. Namun, ia kalah dari Carlos Alcaraz dalam pertandingan lima jam 27 menit yang akhirnya mengantarkan petenis Spanyol tersebut menjadi juara.
Pada empat turnamen ATP Masters 1000 pertama musim ini, Zverev selalu mencapai minimal semifinal. Ia juga menjadi finalis di Madrid, tetapi seluruh kekalahannya pada fase tersebut terjadi saat menghadapi Jannik Sinner.
Di Roland Garros, Zverev mengalahkan Flavio Cobolli pada final lima set untuk merebut gelar Grand Slam pertamanya. Ia sekaligus menjadi petenis putra Jerman pertama yang menjuarai turnamen tersebut pada era Open.
Zverev kemudian mencapai final Wimbledon dan mencatat sejarah sebagai petenis putra Jerman pertama yang menembus final keempat turnamen Grand Slam. Di US Open, ia kembali menjadi juara setelah hanya kehilangan satu set sepanjang sisa turnamen usai melewati dua laga awal lima set.
Keberhasilan itu menjadikan Zverev petenis putra keempat yang meraih dua gelar mayor dalam satu tahun kalender. Ia menyusul Jimmy Connors pada 1974, Guillermo Vilas pada 1977, dan Jannik Sinner pada 2024.
Sementara itu, Ketua ATP, Andrea Gaudenzi, menyebut posisi nomor satu akhir musim sebagai pencapaian tertinggi dalam tenis profesional. Ia memuji ketekunan Zverev yang konsisten menjadi salah satu pemain terbaik dunia selama satu dekade.
Zverev kini bergabung dengan Novak Djokovic, Alcaraz, dan Sinner sebagai petenis aktif yang pernah menutup musim di peringkat satu dunia. Selanjutnya, ia memburu gelar kedelapan ATP Masters 1000 di Shanghai dan gelar ketiga di ATP Finals. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Belgia Siap Membendung Kebangkitan Italia
-
Terjun ke Dunia Musik, El Putra Sarira Debut Lagu Perdana 'Memoria'
-
iOS 27 Bawa Banyak Fitur Baru, dari Siri AI hingga Kustomisasi Liquid Glass
-
BMKG Prakirakan Jaksel dan Jaktim Diguyur Hujan pada Jumat (25/9) Malam
-
Avengers: Endgame Kembali Tayang dan Langsung Kuasai Box Office Amerika Utara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.