Pakar UGM: Praktik Brandu Berisiko Jadi Jalur Penularan Antraks
📅 Senin, 12 Okt 2026, 15:30 WIB | Oleh: Eko SGunungkidul menjadi salah satu jalur perdagangan ternak, termasuk dari Jawa Timur dan Pacitan. Karena itu, pengawasan lalu lintas ternak dan kelengkapan sertifikat kesehatan diperlukan untuk mengurangi risiko masuknya ternak terinfeksi.
“Yang pasti adalah pola mobilitas ternak. Karena ternak itu diperdagangkan, dan Gunungkidul itu termasuk dalam satu jalur mobilitas untuk perdagangan ternak,” ujarnya.
Faktor ekonomi juga memengaruhi perilaku peternak ketika ternaknya sakit atau mati. Sebab, ternak menjadi aset atau simpanan kekayaan sehingga pemilik berpotensi berupaya mengurangi kerugian dengan menjual atau membagikan dagingnya.
Menurut Riris, skema asuransi ternak dapat menjadi salah satu pendekatan untuk mengurangi beban kerugian peternak. Dengan adanya kompensasi, peternak diharapkan tidak terdorong menjual atau membagikan ternak terinfeksi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu, penanganan bangkai dan dekontaminasi lingkungan harus dilakukan secara tepat karena spora antraks dapat bertahan lama. Pengawasan ternak, vaksinasi, edukasi masyarakat, dan perlindungan ekonomi peternak menjadi bagian penting untuk mencegah kasus antraks kembali berulang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!