Mengoptimalkan 21 Armada untuk Memasok Air ke Warga Banjarmasin

Senin, 12 Okt 2026, 22:57 WIB

Banjarmasin - PAM Bandarmasih mengoptimalkan 21 armada pengangkut air bersih dan 86 unit tandon untuk menjaga pemenuhan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak gangguan distribusi air di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Upaya tersebut difokuskan pada wilayah Banjarmasin Barat, sebagian Banjarmasin Utara, dan sebagian Banjarmasin Tengah yang masih mengalami keterbatasan pasokan akibat kondisi pengolahan air baku dan distribusi melalui jaringan perpipaan yang belum maksimal.

Ket. Foto: Armada mobil tangki sedang mendistribusikan air bersih kepada para warga yang membutuhkan, Banjarmasin, beberapa waktu lalu. — Sumber: Antara

Direktur Umum dan Pemasaran PAM Bandarmasih Yulia Riana Sari di Banjarmasin, Senin, mengatakan, pelayanan di wilayah tersebut masih bertumpu pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 yang mengandalkan air baku dari Sungai Bilu, dengan tambahan pasokan dari IPA 2.

“Air baku di IPA 1 juga mendapat tambahan dari bantuan pasokan air dari IPA 2. Kondisi ini membuat distribusi air hingga ke ujung jaringan belum dapat maksimal,” ujar Riana.

Membantu warga memperoleh air bersih, PAM Bandarmasih menempatkan 86 unit tandon di berbagai wilayah terdampak, baik yang disediakan perusahaan maupun masyarakat, di luar tandon khusus untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit, hotel, lembaga pemasyarakatan, pusat perbelanjaan, dan sejumlah instansi lainnya.

Pengisian tandon didukung enam mobil tangki berkapasitas masing-masing 3.000 liter, empat unit mobil pikap yang dimodifikasi, serta 11 armada bantuan dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), sehingga total armada yang dioptimalkan mencapai 21 unit.

PAM Bandarmasih memaksimalkan rute pengantaran hingga tiga kali sehari untuk mengisi ulang tandon secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kebutuhan air bersih di masing-masing wilayah.

Selain menambah intensitas pengiriman, perusahaan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan kelurahan untuk memetakan lokasi yang paling membutuhkan pasokan, termasuk menentukan kebutuhan tandon hingga tingkat rukun tetangga dan rukun warga.

“Koordinasi dengan kecamatan dan kelurahan penting dilakukan agar kebutuhan di setiap wilayah dapat dipetakan dengan baik. Dengan begitu, penempatan tandon dan distribusi air dapat lebih efektif, efisien, serta tepat sasaran,” jelas Riana.

Pemetaan tersebut diharapkan membantu petugas menentukan prioritas pengiriman air, mengurangi ketimpangan pasokan antarlokasi, serta memastikan warga di kawasan yang sulit dijangkau jaringan perpipaan tetap memperoleh akses air bersih selama gangguan berlangsung.

PAM Bandarmasih bersama pemerintah kecamatan, kelurahan, dan unsur terkait terus mengoptimalkan armada, tandon, serta koordinasi lapangan sebagai langkah penanganan sementara hingga pelayanan distribusi air kepada masyarakat kembali normal.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.