Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menekan Kasus Kusta Lewat Deteksi Dini dan Pengobatan

📅 Senin, 12 Okt 2026, 23:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menekan Kasus Kusta Lewat Deteksi Dini dan Pengobatan Doc: Antara
Ket. Kepala Seksi Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Papua Purnomo Sidi saat berbincang dengan salah satu peserta disela-sela paparan materi Kusta pada kegiatan Sensitisasi AIDS, Tuberkolosis, Malaria dan Kusta (ATMK) bertempat Kota Jayapura, Papua, Senin (12/10).

Jayapura - Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat terus menekan kasus kusta melalui deteksi dini dan pengobatan sebagai langkah strategis agar penularannya bisa diantisipasi.

Kepala Seksi Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Papua Purnomo Sidi di Jayapura, Senin, mengatakan hingga September 2026 tercatat sekitar 783 kasus kusta baru di tingkat provinsi.

"Dan khusus di Kota Jayapura, petugas berhasil menemukan sekitar 593 kasus baru dari total sekitar 800 kasus yang terdaftar," katanya di Jayapura, Papua, Senin.

Menurut Purnomo, adanya temuan kasus baru bukan berarti hal buruk, namun ini merupakan hasil kerja aktif dari tenaga kesehatan di puskesmas yang turun langsung ke lapangan guna mencari kasus kusta baru, sehingga bisa langsung diobati secara standar.

"Untuk menekan penularan dan mencapai target eliminasi, Dinkes Papua menjalankan sejumlah strategi," ujarnya.

Strategi pertama dengan melalukan deteksi dini dan penemuan aktif, kedua pengobatan teratur hingga sembuh, ketiga pemberian obat pencegahan, keempat pemberdayaan kader dan tokoh masyarakat, dan kelima advokasi dan edukasi stigma.

"Meski tantangan geografis dan angka prevalensi masih membutuhkan kerja ekstra keras, edukasi dan deteksi dini yang masif diharapkan mampu secara bertahap menurunkan kasus kusta baru di Papua hingga mencapai target eliminasi pada 2030," katanya.

Dia menambahkan bahwa masyarakat juga perlu memahami bahwa kusta merupakan penyakit infeksi bakteri yang dapat disembuhkan dan bukan disebabkan oleh kutukan atau hal mistis.

​"Masyarakat tidak perlu takut atau menyembunyikan penderita. Kusta ini murni disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang menular melalui percikan udara (droplet), sehingga jika ditemukan lebih awal dan berobat secara teratur, penularannya bisa dihentikan sepenuhnya," ujarnya lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Bahan-bahan Lokal Dimanfaatkan untuk Mengolah Air Gambut  

34 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Bahan-bahan Lokal Dimanfaat...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.