Kulon Progo Tegaskan Komitmen Pemerataan Pembangunan hingga Pelosok Desa.

Senin, 12 Okt 2026, 10:53 WIB

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menegaskan komitmennya untuk memastikan hasil-hasil pembangunan dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat hingga pelosok desa di tengah tantangan efisiensi anggaran daerah.

​Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko di Kulon Progo, Senin, mengatakan efisiensi fiskal yang dihadapi pemerintah daerah tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan publik maupun kepedulian terhadap kesejahteraan warga.

Ket. Foto: Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko. — Sumber: Antara Foto

​"Anggaran boleh semakin efisien, tetapi keberpihakan kepada masyarakat tidak boleh berkurang," kata Ambar Purwoko dalam wawancara refleksi Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo di Kulon Progo, Senin.

​Ia menjelaskan, peringatan Hari Jadi ke-75 mengusung tema “Satu Jiwa, Satu Rasa, Dari Kulon Progo untuk Indonesia”. Tema tersebut mencerminkan filosofi bahwa kemajuan daerah harus dibangun atas dasar kebersamaan, tanpa sekat, serta mengedepankan kerja nyata dan pelayanan yang tulus bagi masyarakat.

​Menurut dia, efisiensi anggaran justru menuntut seluruh jajaran jajaran Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk bekerja lebih cerdas, solid, dan disiplin dalam menentukan program prioritas yang berdampak langsung kepada warga.

​"Keterbatasan tidak boleh mengurangi semangat pelayanan. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan sekadar banyaknya proyek atau besarnya investasi, melainkan sejauh mana pendapatan masyarakat meningkat, kesempatan kerja bertambah, dan kesenjangan antarwilayah semakin kecil," ujarnya.

​Ambar mengatakan keberadaan infrastruktur strategis seperti Yogyakarta International Airport (YIA) memberikan posisi tawar yang semakin kuat bagi Kulon Progo sebagai pintu gerbang kawasan selatan Pulau Jawa.

​Oleh karena itu, arah kebijakan daerah ke depan difokuskan pada penguatan konektivitas sektor-sektor krusial, seperti hilirisasi pertanian, peningkatan kelas UMKM, integrasi pariwisata kawasan Menoreh hingga pesisir, serta dorongan investasi yang ramah lingkungan dan menyerap tenaga kerja lokal.

​"Pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan atau sekitar YIA semata. Kawasan Menoreh, pertanian, dan pesisir di seluruh kalurahan harus memiliki kesempatan berkembang sesuai potensinya. Tidak boleh ada wilayah atau masyarakat Kulon Progo yang merasa ditinggalkan," kata Ambar.

​Pemerintah daerah juga terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui layanan pendidikan dan kesehatan yang handal, agar warga tidak hanya menjadi penonton di tengah pesatnya modernisasi.

​Memasuki usia ke-75 tahun, Ambar mengajak seluruh elemen masyarakat mulai dari dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, hingga generasi muda untuk terus merawat semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap daerah.

​"Semoga di usia ke-75 ini Kulon Progo semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. Di tengah berbagai tantangan, kita tetap bergandengan tangan, bahu-membahu membangun daerah, dan memberikan yang terbaik dari Kulon Progo untuk Indonesia," kata Ambar.

  • Pemerintah Kabupaten Kulon Progo

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.