Ketidakpastian Global Memuncak, IHSG Hari Ini Kembali Tersungkur
Senin, 12 Okt 2026, 19:58 WIBJAKARTA â Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan meningkatnya sikap hati-hati investor di tengah ketidakpastian global yang mendorong volatilitas pasar keuangan.
Kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga The Fed, penguatan dolar AS, serta risiko geopolitik berpotensi memicu aksi jual dan mendorong investor mengalihkan dana ke aset yang lebih aman.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pergerakan pasar domestik masih rentan terhadap sentimen eksternal, sehingga penguatan fundamental ekonomi dan kepercayaan investor menjadi kunci menjaga stabilitas pasar saham.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (12/10) sore ditutup melemah 157,61 poin atau 2,59 persen ke posisi 6.936,15 dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi di tingkat global.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 10,77 poin atau 1,79 persen ke posisi 690,90.
"Sentimen negatif berasal dari ketidakpastian di global yang masih tinggi, harga minyak Brent yang masih bertahan di atas 100 dolar AS per barel, kekhawatiran akan potensi capital outflow di pasar obligasi Indonesia, serta berbagai isu mengenai MSCI," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim dalam kajiannya di Jakarta.
Dari mancanegara, pelaku pasar masih mencermati arah suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed, pergerakan yield US Treasury, serta risiko geopolitik yang memicu volatilitas pasar.
Sementara dari sisi geopolitik, kelompok Houthi di Yaman telah melakukan serangan ke wilayah Arab Saudi, termasuk infrastruktur minyak Aramco serta Lapangan Terbang Antarabangsa King Khalid di Riyadh.
Dari dalam negeri, tekanan terhadap Rupiah dan potensi berlanjutnya net foreign sell (aksi jual investor asing) telah membatasi pergerakan IHSG, yang mana Rupiah ditutup melemah 0,08 persen ke level Rp17,899 per dolar AS.
Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor melemah yaitu sektor energi turun paling dalam minus 5,88 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor infrastruktur yang masing-masing turun sebesar 5,20 persen dan 4,72 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BIKE, TFCO, ZONE, IFSH, dan MINE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni CCSI, MBSS, MAPB, PTRO, dan CUAN.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1,85 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,73 miliar lembar saham senilai Rp13,57 triliun. Sebanyak 118 saham naik 632 saham menurun, dan 213 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Hang Seng menguat 0,25 persen ke posisi 24.271,20, indeks Shanghai menguat 0,43 persen ke posisi 3.797,24, indeks Kospu melemah 3,65 persen ke 6.384,24, dan indeks Straits Times menguat 0,30 persen ke 5.417,96.
- Ihsg hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Ayo Kerja di Bali! Pemkab Gianyar Gelar Job Fair 21-22 September, Tersedia 951 Lowongan
-
Harga Cabai Bikin Waswas, Pemkab Bogor Gerak Cepat Tanam Cabai Serentak
-
Pelaku Pasar Perkirakan The Fed Akan Menaikkan Suku Bunga Acuan
-
Kekeringan, Warga Banjarmasin Antre Demi Air Bersih Bantuan Dinsos Kalsel
-
Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Merah Rp96.050 per Kg, Telur Ayam Rp29.900 per Kg
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.