Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Sembarangan Beri Makan Bayi Telur Setengah Matang, Bisa Begini Akibatnya!

📅 Senin, 12 Okt 2026, 15:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Sembarangan Beri Makan Bayi Telur Setengah Matang, Bisa Begini Akibatnya! Doc: Healthly Institute
Ket. Ilustrasi

JAKARTA - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan para orang tua untuk tidak memberikan telur mentah atau setengah matang kepada bayi dan anak karena berisiko mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan infeksi saluran cerna.

"Telur mentah atau setengah matang tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi dan anak, terutama karena risiko keamanan pangan," ujar Ketua Pengurus Pusat IDAI Dr. dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp. Kardio(K), dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah perhatian masyarakat terhadap kasus bayi di Surabaya, Jawa Timur, yang dilaporkan meninggal setelah diduga diberi telur mentah oleh anggota keluarganya. Informasi tersebut menjadi salah satu topik yang diperbincangkan di media sosial beberapa hari belakangan.

Infeksi Salmonella atau salmonelosis dapat menimbulkan gejala berupa diare, demam, nyeri perut, muntah, dan dehidrasi. Pada bayi dan anak kecil, infeksi dapat berlangsung lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

Piprim menegaskan pemberian makanan kepada bayi harus memperhatikan usia, kebutuhan gizi, kesiapan perkembangan, dan keamanan pangan.

"ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi," ujar dia.

IDAI mendukung rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan. Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) secara umum dimulai ketika bayi berusia enam bulan dan dilanjutkan bersama ASI hingga usia dua tahun atau lebih.

Dalam kondisi tertentu, MPASI dapat dipertimbangkan sejak usia empat bulan berdasarkan penilaian dokter dan kesiapan perkembangan bayi. Namun, pemberian MPASI sebelum usia empat bulan tidak dianjurkan.

IDAI juga menjelaskan telur yang dimasak hingga matang dapat menjadi sumber protein berkualitas tinggi dan mengandung zat gizi penting bagi pertumbuhan anak. Telur dapat diperkenalkan sebagai salah satu bahan MPASI sesuai usia dan kesiapan bayi.

"Pastikan telur dimasak hingga putih dan kuning telurnya matang," kata Piprim.

Selain memperhatikan kematangan telur, orang tua dan pengasuh diimbau menjaga kebersihan saat mengolah makanan, mencuci tangan dan peralatan, mencegah kontaminasi silang, serta menghindari penggunaan telur yang retak atau rusak.

IDAI meminta masyarakat berkonsultasi dengan dokter apabila memiliki pertanyaan mengenai kecukupan ASI, waktu memulai MPASI, kesiapan makan, maupun pilihan makanan yang aman bagi bayi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
Tragedi Kapal Migran Tujuan...
Luar Negeri
Paus Leo XIV Bakal Jalani O...
Luar Negeri
Berangkat Umrah, Ulama Bang...

Janice Tumbangkan  Petenis Jepang untuk Melaju

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Tumbangkan  Petenis...

PVMBG Tetapkan Zona Bahaya Anak Krakatau

51 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
PVMBG Tetapkan Zona Bahaya ...
Advertisement
Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.