Jalan Nasional Tapan - Jambi Putus! 8 Titik Longsor, PU Kerahkan Alat Berat

Senin, 12 Okt 2026, 20:25 WIB

JAKARTA– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan darurat bencana tanah longsor dan amblas badan jalan di ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi, Nagari Jangki Ayam, Kecamatan Ranah Ampek Hulu, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Dari delapan titik terdampak akibat hujan berintensitas tinggi pada 9–10 Oktober 2026, empat titik telah selesai dibersihkan, sementara empat titik lainnya masih dalam penanganan.

Penanganan dilakukan melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat (Sumbar) untuk memulihkan konektivitas jalan nasional yang terputus akibat luapan Sungai Tapan dan longsoran di sejumlah titik. 

Ket. Foto: Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan darurat bencana tanah longsor dan amblas badan jalan di ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi, Nagari Jangki Ayam, Kecamatan Ranah Ampek Hulu, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat — Sumber: istimewa

Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa menjaga konektivitas menjadi prioritas utama pemerintah dalam situasi darurat bencana, mengingat peran strategis jalan dan jembatan dalam mendukung aktivitas masyarakat serta distribusi logistik.

“Kami bekerja tanpa jeda untuk memastikan keterisolasian wilayah bisa ditangani secepat mungkin. Keselamatan masyarakat dan kelancaran mobilitas menjadi prioritas kami,” kata Dody.

Dalam upaya mempercepat penanganan, BPJN Sumbar mengerahkan dua unit excavator dan dua unit wheel loader untuk membersihkan material longsoran yang menutupi badan jalan serta mendukung penanganan pada titik-titik terdampak. Tim BPJN Sumbar juga memasang rambu-rambu peringatan dan police line untuk mengantisipasi risiko keselamatan bagi pengguna jalan.

Pada Senin (12/10/2026), Satgas BPJN Sumatera Barat bersama pihak terkait masih melanjutkan pembersihan material longsor dan penanganan badan jalan yang amblas. Proses pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi medan, curah hujan, stabilitas lereng, serta keselamatan petugas.

Tingginya curah hujan di sekitar lokasi menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan penanganan darurat. Kondisi tersebut meningkatkan risiko pergerakan tanah susulan sehingga setiap tahapan pekerjaan perlu dilakukan dengan cermat untuk memastikan keamanan petugas dan efektivitas penanganan.

Saat ini, ruas jalan nasional Tapan–Batas Jambi masih belum dapat dilalui kendaraan karena proses pembersihan dan penanganan di sejumlah titik belum selesai. Pengguna jalan diimbau menunda perjalanan melalui ruas tersebut hingga akses dinyatakan aman dan dibuka kembali.

Kementerian PU melalui BPJN Sumatera Barat terus mengupayakan percepatan penanganan darurat agar akses jalan nasional dapat segera dipulihkan. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga konektivitas antarwilayah, mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, dan memastikan infrastruktur jalan kembali berfungsi secara aman setelah terdampak bencana.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.