Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Haedar Nashir: Fondasi Kokoh Jadi Kunci Muhammadiyah Tetap Adaptif

📅 Senin, 12 Okt 2026, 15:45 WIB | Oleh:
Haedar Nashir: Fondasi Kokoh Jadi Kunci Muhammadiyah Tetap Adaptif  Doc: Dok. Istimewa

YOGYAKARTA — Pemahaman terhadap fondasi Muhammadiyah dinilai penting untuk menjaga organisasi tetap adaptif menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan identitasnya sebagai gerakan Islam. Fondasi yang dibangun sejak Muhammadiyah berdiri pada 1912 itu juga menjadi pijakan untuk mendorong gerakan yang semakin maju dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, bangunan dasar Muhammadiyah bertumpu pada tiga unsur utama, yakni pemahaman agama, ideologi, serta sistem organisasi dengan berbagai aspeknya.

“Dan bagaimana arsitektur dan bangunan Muhammadiyah ke depan kita dapat transformasikan menjadi lebih unggul, menjadi lebih maju atau berkemajuan dan tidak kalah pentingnya sebagai identitas yang berdampak signifikan bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan semesta,” kata Haedar dalam Baitul Arqam Dosen Tetap Non-Struktural Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) 2026 di Yogyakarta, Senin (12/10).

Menurut Haedar, karakter Muhammadiyah sebagai gerakan pembaruan telah dibangun sejak masa KH Ahmad Dahlan. Pembaruan tersebut tidak terbatas pada pemurnian ajaran agama, tetapi juga diwujudkan melalui pendidikan, gerakan sosial berlandaskan teologi Al-Ma’un, serta pengembangan pemikiran yang menempatkan akal sebagai bagian penting dalam memahami agama dan kehidupan.

Merujuk pandangan Prof. Mukti Ali, Haedar menyebut terdapat dua karakter yang membedakan pembaruan Muhammadiyah dengan sejumlah gerakan pembaruan lainnya.

“Pertama, Muhammadiyah mendirikan pranata-pranata sosial modern atau institusi-institusi modern seperti pendidikan, kesehatan, sosial. Yang kedua adalah lahirnya gerakan perempuan Aisyiyah di tahun 1917 sebagai pelopor emansipasi yang berbingkai Islam, bukan emansipasi liberal atau sekuler yang menerabas batasan-batasan,” ungkapnya.

Menurut dia, pembaruan Muhammadiyah dengan demikian tidak berhenti pada pemikiran keagamaan, tetapi diterjemahkan melalui institusi dan gerakan yang menjawab kebutuhan masyarakat. Islam juga ditempatkan sebagai landasan dalam membangun kehidupan dan peradaban, bukan hanya berkaitan dengan ritual keagamaan.

Dalam memahami persoalan agama dan kehidupan, Muhammadiyah menggunakan pendekatan bayani, burhani, dan irfani. Pendekatan bayani berpijak pada teks dan sumber ajaran Islam, burhani menggunakan penalaran rasional dan pembuktian ilmiah, sedangkan irfani menekankan penghayatan spiritual.

Ketiga pendekatan tersebut digunakan secara saling melengkapi agar pemahaman terhadap Islam tidak berhenti pada aspek tekstual, tetapi juga mempertimbangkan ilmu pengetahuan, dimensi spiritual, dan persoalan yang berkembang di masyarakat.

Haedar juga menekankan pentingnya prinsip wasathiyah atau moderasi bagi warga Muhammadiyah. Sebagai organisasi dengan cakupan luas, Muhammadiyah harus menjaga posisi tengahan dan menghindari sikap ekstrem.

Prinsip tersebut sejalan dengan Kepribadian Muhammadiyah yang antara lain mengedepankan perdamaian, kesejahteraan, persaudaraan, dan sikap lapang dada. Muhammadiyah juga tetap ditempatkan sebagai gerakan Islam dan kemasyarakatan, bukan sebagai partai politik maupun gerakan politik praktis.

Sikap kritis terhadap berbagai persoalan tetap diperlukan, tetapi harus dijalankan secara proporsional dan diarahkan untuk memperbaiki keadaan serta memberikan kemaslahatan.

“Adil itu apa? Yaitu menempatkan sesuatu pada tempatnya,” jelas Haedar.

Haedar juga mengingatkan warga dan kader agar menjalankan aktivitas persyarikatan dengan kegembiraan dan tidak memandangnya semata-mata sebagai pelaksanaan tugas organisasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Megapolitan
Pembubaran Ibadah di GKPI, ...
Luar Negeri
Tragedi Kapal Migran Tujuan...

Janice Tumbangkan  Petenis Jepang untuk Melaju

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Tumbangkan  Petenis...
Advertisement
Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.