Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Habiskan Rp101,3 Miliar, Dua Sekolah di Jakarta Timur Kini Punya Fasilitas Modern

📅 Senin, 12 Okt 2026, 17:25 WIB | Oleh:
Habiskan Rp101,3 Miliar, Dua Sekolah di Jakarta Timur Kini Punya Fasilitas Modern Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merampungkan rehabilitasi total SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta di Jalan Raya Bogor, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dengan nilai kontrak Rp101,3 miliar, kedua sekolah yang berada dalam satu kompleks tersebut kini menempati gedung bertingkat dengan fasilitas pendidikan yang lebih lengkap.

JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta merampungkan rehabilitasi total SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta di Jalan Raya Bogor, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Dengan nilai kontrak Rp101,3 miliar, kedua sekolah yang berada dalam satu kompleks tersebut kini menempati gedung bertingkat dengan fasilitas pendidikan yang lebih lengkap dan telah digunakan sejak awal tahun ajaran 2026–2027.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau langsung hasil rehabilitasi kedua sekolah tersebut pada Senin (12/10/2026). Penataan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI meningkatkan kualitas sarana pendidikan sekaligus mengoptimalkan penggunaan lahan di tengah keterbatasan ruang di Ibu Kota.

Bangunan lama SDN Pekayon 05 dan SMPN 91 Jakarta sebelumnya telah berusia lebih dari 50 tahun. Melalui rehabilitasi total, kedua sekolah kini memiliki lingkungan belajar yang lebih modern, dengan fasilitas yang dirancang untuk mendukung kegiatan belajar mengajar serta kebutuhan siswa.

"Menurut saya, sekolah ini tidak kalah dengan sekolah-sekolah di luar negeri. Fasilitasnya lengkap, mulai dari lift, perpustakaan, kantin, ruang belajar yang representatif, hingga sarana olahraga," ujar Pramono.

Kompleks sekolah tersebut dilengkapi ruang kelas, ruang penunjang pembelajaran, akses ramah disabilitas, dan sistem proteksi kebakaran. Fasilitas lainnya mencakup lapangan basket, lapangan sepak bola mini, serta ruang terbuka hijau untuk mendukung kenyamanan lingkungan sekolah.

Menurut Pramono, pembangunan sekolah secara vertikal menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan di Jakarta yang menghadapi keterbatasan lahan. Penggabungan dua sekolah dalam satu kawasan juga memungkinkan pemanfaatan ruang menjadi lebih efektif tanpa mengabaikan kebutuhan kegiatan belajar siswa.

"Karena lokasinya berdekatan, kedua sekolah ini ditata menjadi satu kesatuan yang lebih terintegrasi. Kami ingin memastikan siswa mendapatkan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan inklusif," katanya.

Selain memperbarui bangunan dan fasilitas, rehabilitasi tersebut turut membawa perubahan pada sistem pembelajaran di SMPN 91 Jakarta. Jika sebelumnya kegiatan belajar mengajar dilaksanakan dalam dua sif, setelah gedung baru beroperasi sekolah tersebut dapat menyelenggarakan pembelajaran dalam satu sif.

Perubahan sistem belajar ini menjadi salah satu dampak dari penataan fasilitas sekolah yang lebih memadai. Rehabilitasi total juga ditujukan untuk mengganti bangunan yang mengalami kerusakan berat, meningkatkan daya tampung, serta memenuhi kebutuhan akses pendidikan masyarakat, khususnya di Kelurahan Pekayon.

Dalam kunjungannya, Pramono meminta Dinas Pendidikan DKI Jakarta memastikan seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat berfungsi secara optimal selama masa pemeliharaan. Ia juga mengajak pengelola sekolah, guru, siswa, dan orang tua untuk bersama-sama menjaga sarana pendidikan agar tetap layak digunakan dalam jangka panjang.

"Kalau sarana dan prasarana pendidikan tidak dipersiapkan dengan baik, percuma. Karena itu, kami meminta Dinas Pendidikan memastikan fasilitas yang dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik," ujarnya.

Secara keseluruhan, program rehabilitasi total gedung sekolah pada Tahun Anggaran 2025 mencakup 19 gedung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 gedung telah selesai dibangun dengan total anggaran sekitar Rp876,9 miliar yang tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta.

Pemprov DKI juga mengaitkan pembenahan infrastruktur pendidikan dengan upaya memperluas dukungan bagi siswa dan mahasiswa. Program yang disebutkan dalam kebijakan tersebut antara lain Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Pramono menilai revitalisasi gedung sekolah lama merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Jakarta melalui penyediaan fasilitas yang lebih baik. Ia juga menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan Jakarta sebagai kota pendidikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Nasional
KNTI: Cuaca Ekstrem Turunka...
Advertisement
Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

Pertamina Pertahankan Harga BBM untuk Oktober

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.