El Nino Catat Rekor Suhu Tertinggi di Zona Pasifik Utama, Memperburuk Pemanasan Global
📅 Senin, 12 Okt 2026, 10:17 WIB | Oleh: Tim PenulisSuhu bulan September 1,63°C lebih tinggi daripada rata-rata pra-industri, yaitu periode yang didefinisikan sebagai tahun 1850-1900.
Pada konferensi iklim PBB tahun 2015 di Paris, negara-negara sepakat untuk menjaga pemanasan global "jauh di bawah" 2°C di atas tingkat pra-industri, sambil berupaya membatasinya hingga 1,5°C, untuk membatasi dampak perubahan iklim.
Namun, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan pada bulan September bahwa target jangka panjang 1,5°C akan gagal tercapai dalam beberapa tahun.
"Kita memasuki periode baru dengan suhu di atas 1,5°C selama beberapa bulan terakhir, dan dengan El Nino yang masih terus menguat, kemungkinan besar kondisi ini akan berlanjut hingga tahun 2027," kata direktur Copernicus, Carlo Buontempo, dalam sebuah pernyataan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Melampaui batas jangka panjang Perjanjian Paris hanyalah masalah waktu. Seberapa jauh kita melampaui batas tersebut, dan untuk berapa lama, masih bergantung pada kita," katanya.
Para ilmuwan mengatakan bahwa sangat penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari bahan bakar fosil guna membatasi periode "peningkatan suhu" di atas 1,5°C dan menurunkan suhu kembali secepat mungkin.
Para ahli telah memperingatkan bahwa El Nino ini kemungkinan akan mendorong suhu global ke rekor baru pada tahun 2027.
El Nino menghangatkan suhu permukaan di Samudra Pasifik khatulistiwa bagian tengah dan timur, membawa perubahan di seluruh dunia pada pola angin, tekanan, dan curah hujan.
Biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!