Efisiensi Anggaran Tak Boleh Kurangi Pemerataan Pembangunan Kulon Progo
📅 Senin, 12 Okt 2026, 15:00 WIB | Oleh: Tim PenulisKULON PROGO — Efisiensi anggaran daerah tidak boleh membuat pembangunan hanya bertumpu pada kawasan tertentu di Kulon Progo. Pemerintah daerah menargetkan manfaat pembangunan tetap menjangkau masyarakat hingga tingkat kalurahan, termasuk kawasan Menoreh, wilayah pertanian, dan pesisir.
Wakil Bupati Kulon Progo Ambar Purwoko mengatakan, keterbatasan fiskal harus dihadapi dengan penentuan program yang lebih tepat sasaran tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik dan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Anggaran boleh semakin efisien, tetapi keberpihakan kepada masyarakat tidak boleh berkurang,” kata Ambar dalam wawancara refleksi Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo di Kulon Progo, Senin.
Menurut dia, efisiensi anggaran menuntut jajaran Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bekerja lebih cermat, solid, dan disiplin dalam menentukan program prioritas. Program pembangunan harus diarahkan pada kegiatan yang memberikan dampak nyata bagi kehidupan masyarakat.
“Keterbatasan tidak boleh mengurangi semangat pelayanan. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan sekadar banyaknya proyek atau besarnya investasi, melainkan sejauh mana pendapatan masyarakat meningkat, kesempatan kerja bertambah, dan kesenjangan antarwilayah semakin kecil,” ujarnya.
Ambar mengatakan, keberadaan infrastruktur strategis seperti Yogyakarta International Airport (YIA) semakin memperkuat posisi Kulon Progo sebagai pintu gerbang kawasan selatan Pulau Jawa. Potensi tersebut perlu dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan berbagai sektor dan wilayah secara lebih merata.
Arah kebijakan daerah ke depan, lanjut dia, antara lain difokuskan pada penguatan konektivitas sektor strategis, hilirisasi pertanian, peningkatan kelas UMKM, serta integrasi pariwisata dari kawasan Menoreh hingga pesisir. Investasi juga didorong agar tetap ramah lingkungan dan mampu menyerap tenaga kerja lokal.
“Pembangunan tidak boleh hanya terkonsentrasi di wilayah perkotaan atau sekitar YIA semata. Kawasan Menoreh, pertanian, dan pesisir di seluruh kalurahan harus memiliki kesempatan berkembang sesuai potensinya. Tidak boleh ada wilayah atau masyarakat Kulon Progo yang merasa ditinggalkan,” kata Ambar.
Selain pemerataan pembangunan wilayah, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Layanan pendidikan dan kesehatan terus didorong agar masyarakat memiliki kemampuan untuk mengambil bagian dalam perkembangan ekonomi dan modernisasi di Kulon Progo.
Ambar mengatakan, semangat pemerataan tersebut sejalan dengan tema Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo, “Satu Jiwa, Satu Rasa, Dari Kulon Progo untuk Indonesia”. Tema itu membawa semangat kebersamaan dalam membangun daerah tanpa sekat serta mengedepankan kerja nyata dan pelayanan kepada masyarakat.
Memasuki usia ke-75 tahun, keterlibatan dunia usaha, akademisi, tokoh masyarakat, generasi muda, dan berbagai unsur masyarakat juga diharapkan terus diperkuat dalam pembangunan daerah.
“Semoga di usia ke-75 ini Kulon Progo semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing. Di tengah berbagai tantangan, kita tetap bergandengan tangan, bahu-membahu membangun daerah, dan memberikan yang terbaik dari Kulon Progo untuk Indonesia,” kata Ambar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!