Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung Urban Farming, Pemkot Tangerang Gelar Pelatihan Hidroponik

📅 Senin, 12 Okt 2026, 12:31 WIB | Oleh: Tim Penulis
Dukung Urban Farming, Pemkot Tangerang Gelar Pelatihan Hidroponik Doc: ANTARA
Ket. Pelajar menyemai bibit sayuran pakcoy yang akan ditanam dengan metode hidroponik di Kota Tangerang, Banten, Kamis (23/7/2026). 

TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang, Banten, menggelar pelatihan hidroponik guna mendukung program urban farming bagi masyarakat, lengkap dengan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Kepala Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Tangerang, Yasin Surya, mengatakan pelatihan digelar untuk mengembangkan keterampilan budi daya tanaman berbasis hidroponik yang mempunyai peluang usaha besar di sektor pertanian perkotaan.

Bentuk pelatihan ini berupa kelas intensif berbasis praktik bersama fasilitator berpengalaman selama kurang lebih sebulan, mulai 21 Oktober hingga 17 November 2026, di BLK Cipondoh.

Masyarakat yang berminat maka bisa melakukan pendaftaran yang dibuka hingga tanggal 19 Oktober 2026 melalui Super Apps Tangerang LIVE. Informasi selengkapnya bisa dilihat melalui laman media sosial Instagram @blk_kotatangerang.

“Jangan sampai kehabisan kuota sebab terbatas, segera daftar sekarang juga sesuai dengan prosedur yang diterapkan," kata Yasin di Tangerang, Senin (12/10).

Yasin menambahkan, pelatihan hidroponik yang menyediakan fasilitas uang akomodasi dan sertifikasi BNSP ini dikhususkan bagi masyarakat yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Tangerang.

Sementara itu, program urban farming di Kota Tangerang telah melibatkan 76 Kelompok Wanita Tani (KWT) dan 39 kelompok pemberdayaan ikan. Sepanjang 2025, program tersebut menghasilkan berbagai komoditas, antara lain 100.920 polybag tanaman cabai, tomat, dan terong.

Selain itu, tercatat pula produksi sebanyak 352.717 ekor ikan nila dan lele, 11.147 polybag tanaman obat keluarga (Toga), serta 45 ekor ternak kambing dan domba yang dikelola oleh masyarakat setempat.

Di sektor pertanian, Kota Tangerang memiliki 11 kelompok tani (poktan) yang terdiri dari tujuh poktan tanaman pangan dan empat poktan hortikultura. Tujuh poktan tanaman pangan tersebut mengelola 98 hektare lahan sawah dengan produksi mencapai 846 ton beras sepanjang 2025.

Sementara itu, kelompok tani hortikultura di wilayah yang sama berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan dengan menghasilkan 4,7 ton cabai besar serta 4,9 ton bawang merah pada periode tahun yang sama.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Pertanian Kota Diharapkan Jadi Soko Guru Ekonomi

54 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Pertanian Kota Diharapkan J...
Advertisement
MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor 157.875 Penonton

MotoGP Mandalika 2026 Cetak Rekor 157.875 Penonton

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.