Dinda Kirana Ungkap Alasan Diana Menjatuhkan Sonya di Tante Sonya
📅 Senin, 12 Okt 2026, 17:15 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Aktris Dinda Kirana mengungkap alasan di balik keputusan Diana yang berbalik melawan kakaknya dalam WeTV Original Tante Sonya. Dalam episode 7, keinginan Diana untuk mendapat pengakuan dari sang ayah justru mendorongnya mengambil langkah yang mengancam hubungan keluarga sekaligus perusahaan yang selama ini ia jaga.
Diana merupakan Chief Financial Officer (CFO) Dermawan Group yang ikut mengurus perusahaan ketika Sonya (Raihaanun) tinggal di Amerika Serikat. Namun, situasi berubah setelah Sonya kembali ke Indonesia dan mendapat kepercayaan untuk memimpin proyek investasi Nexora.
Bagi Diana, keputusan tersebut terasa seperti pengabaian terhadap kontribusinya selama ini. Ia merasa sudah mengerahkan tenaga dan tanggung jawab untuk menjaga perusahaan keluarga, tetapi kepercayaan sang ayah justru kembali diberikan kepada Sonya.
Dinda Kirana menilai tindakan Diana tidak bisa dilepaskan dari kekecewaan yang telah lama dipendamnya. Menurut Dinda, memahami perasaan tersebut penting agar penonton tidak langsung menilai Diana sebagai adik yang sekadar iri terhadap kakaknya.
"Diana merasa sudah bertahan dan melakukan banyak hal untuk keluarga, tapi tetap belum cukup untuk membuat papanya melihat dia. Jadi waktu Sonya kembali dipercaya, yang dia rasakan itu, 'Terus selama ini aku ngapain?' Buat aku, penting untuk memahami rasa kecewa itu supaya kita tidak langsung melihat Diana hanya sebagai adik yang iri," ujar Dinda Kirana dalam acara Tea Time with Dinda Kirana yang digelar WeTV bersama penggemar dan kreator konten di studio kantor Rapi Films.
Kekecewaan tersebut kemudian membawa Diana bekerja sama dengan Lydia (Sarah Felicia) untuk membongkar hubungan Sonya dan Ben (Maxime Bouttier) ke publik. Langkah itu memicu serangkaian konsekuensi besar yang mengubah posisi sejumlah karakter di Dermawan Group.
Setelah hubungan Sonya dan Ben menjadi sorotan, Ben dipecat dan Sonya dinonaktifkan dari jabatannya. Proyek investasi Nexora yang sebelumnya dipercayakan kepada Sonya akhirnya diserahkan kepada Diana, sehingga ia berhasil mendapatkan posisi yang selama ini diinginkannya.
Namun, keberhasilan tersebut tidak datang tanpa risiko. Konflik yang meluas justru mengguncang keluarga dan membuka kesempatan bagi Martin (Hamish Daud) untuk memperkuat kepentingan bisnisnya di tengah persoalan internal perusahaan.
Menurut Dinda, persaingan antara Diana dan Sonya juga perlu dipahami melalui hubungan keduanya dengan sang ayah. Kedua saudara itu menghadapi pengalaman dan tuntutan yang berbeda, sehingga cara mereka memandang tanggung jawab serta pengakuan dalam keluarga pun tidak sama.
"Kita juga perlu melihat tuntutan Papa dan cara dia memperlakukan anak-anaknya. Sonya punya alasan untuk pergi, sementara Diana harus menghadapi tanggung jawab selama kakaknya tidak ada. Dua pengalaman itu sama-sama perlu didengar. Tapi memahami sakit hati Diana bukan berarti membenarkan caranya menjatuhkan Sonya. Dia tetap perlu bertanggung jawab atas tindakannya," tambah Dinda.
Melalui karakter Diana, Tante Sonya mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan keluarga, yakni perasaan tidak dihargai meskipun telah berusaha memberikan yang terbaik. Konflik tersebut menjadi semakin kompleks ketika kebutuhan akan pengakuan bertemu dengan persaingan jabatan dan kepentingan bisnis.
Kisah Diana juga memperlihatkan bagaimana kekecewaan yang tidak terselesaikan dapat memengaruhi keputusan seseorang. Meski alasan di balik tindakannya dapat dipahami, pilihan untuk menjatuhkan anggota keluarga tetap membawa konsekuensi yang harus dihadapi.
Untuk mendekatkan cerita dengan penonton, WeTV menggelar penayangan khusus dan diskusi bersama Dinda Kirana. Kegiatan tersebut memberikan ruang bagi penggemar untuk membahas perjalanan karakter, memahami konflik yang dihadirkan, serta mendiskusikan konsekuensi dari keputusan para tokoh.
WeTV Original Tante Sonya dibintangi Raihaanun, Maxime Bouttier, Dinda Kirana, Hamish Daud, dan Sarah Felicia. Serial ini memadukan kisah romansa, dinamika keluarga, tuntutan karier, serta persaingan bisnis dalam perjalanan para karakternya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!