Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NetApp Novus Targetkan Kecepatan Transfer Data Lebih dari 100 TB per Detik

📅 Minggu, 11 Okt 2026, 16:50 WIB | Oleh:
NetApp Novus Targetkan Kecepatan Transfer Data Lebih dari 100 TB per Detik Doc: NetApp
Ket. George Kurian, CEO NetApp, saat menyampaikan pidato kunci. Perusahaan ini memperkenalkan Novus, teknologi penyimpanan data yang dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan GPU AI dengan kecepatan transfer yang ditargetkan melampaui 100 TB per detik.

JAKARTA — Kebutuhan komputasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) berskala besar mendorong pengembangan teknologi penyimpanan data yang mampu memasok informasi dengan cepat. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, NetApp memperkenalkan Novus, sistem penyimpanan data yang dirancang untuk menjaga kinerja prosesor grafis atau graphics processing unit (GPU) tetap optimal, dengan kecepatan transfer data yang ditargetkan melampaui 100 terabyte per detik (TBps).

Teknologi yang diumumkan pada 8 Oktober 2026 ini menyasar penyedia infrastruktur AI, termasuk perusahaan penyedia layanan komputasi berbasis GPU. Sistem tersebut dirancang untuk mendukung pusat komputasi AI berskala besar yang membutuhkan pasokan data terus-menerus untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan.

NetApp mengklaim Novus sebagai teknologi penyimpanan tercepat di dunia yang dirancang khusus untuk kebutuhan tersebut. Arsitekturnya disiapkan untuk menangani data dalam skala sangat besar, bahkan hingga zettabyte, satuan yang setara dengan satu miliar terabyte.

Salah satu persoalan yang ingin diatasi adalah ketidakseimbangan antara kecepatan pemrosesan GPU dan kemampuan sistem penyimpanan memasok data. Ketika data terlambat tersedia, GPU harus menunggu sehingga kapasitas komputasi yang mahal tidak dimanfaatkan secara maksimal.

Menurut NetApp, pemanfaatan GPU pada sistem penyimpanan tradisional dapat turun di bawah 30% ketika pasokan data menjadi hambatan. Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya operasional dan mengurangi keuntungan investasi infrastruktur AI.

“AI factory kesulitan dan ekonomi GPU runtuh ketika data tidak mampu mengimbangi,” ujar Syam Nair, Chief Product Officer NetApp.

Ia mengatakan, infrastruktur penyimpanan yang sebelumnya digunakan untuk komputasi berkinerja tinggi belum tentu mampu memenuhi kebutuhan pusat komputasi AI modern. Karena itu, NetApp mengembangkan Novus untuk meningkatkan kecepatan penyediaan data sekaligus memungkinkan kapasitas sistem bertambah seiring pertumbuhan kebutuhan AI.

Pisahkan Pengelolaan dan Aliran Data

Novus menggunakan pendekatan yang memisahkan pengelolaan informasi tentang berkas dari proses pengiriman data. Informasi tentang berkas membantu sistem menemukan dan mengatur data, sedangkan jalur data menangani proses membaca dan mengirimkan informasi ke GPU.

Pemisahan ini dirancang agar kecepatan, kapasitas penyimpanan, dan kemampuan melayani banyak permintaan secara bersamaan dapat ditingkatkan secara terpisah.

Sistem tersebut juga memungkinkan data diakses melalui satu ruang penyimpanan logis, meskipun kapasitasnya terus berkembang. Pendekatan ini diharapkan mengurangi kerumitan pengelolaan data ketika jumlah berkas dan ukuran kumpulan data AI meningkat.

Pada tahap awal, Novus menggabungkan perangkat lunak pengelolaan metadata Novus Data Director yang berjalan pada infrastruktur Supermicro dengan sistem penyimpanan AFF A90 yang menggunakan layanan data NetApp ONTAP.

Kombinasi tersebut dirancang untuk menghasilkan kecepatan transfer data lebih dari 100 TBps sekaligus mempertahankan fitur pengelolaan dan perlindungan data untuk kebutuhan perusahaan.

Novus juga disiapkan untuk lingkungan komputasi yang digunakan bersama oleh banyak pelanggan (multi-tenant). Sistem ini dirancang agar setiap pelanggan dapat menggunakan sumber daya sesuai kebutuhannya tanpa mengganggu lingkungan pengguna lain.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Nasional
Menekraf: PPh Royalti Buku ...

40 Rumah Hanyut Diterjang Banjir Bandang

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Luar Negeri
40 Rumah Hanyut Diterjang B...

Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Mendag Ajak Anak Muda Berbi...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.