Manisnya Laris Manis, Madu Muara Enim Tembus Pasar Singapura, Catat Rekor Baru
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 20:30 WIB | Oleh: AlfredPALEMBANG - Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan (Sumsel) memfasilitasi ekspor 310 kilogram madu produksi masyarakat Kabupaten Muara Enim ke Singapura melalui Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Minggu (11/10.
"Ekspor madu sebanyak 310 kilogram senilai Rp47,96 juta diberangkatkan melalui Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang pada pekan pertama Oktober 2026 ini," kata Kepala BKHIT Sumsel Sri Endah Ekandari, di Palembang, Minggu.
Dia menjelaskan, sebelum dikirim, komoditas tersebut menjalani pemeriksaan dan tindakan karantina oleh petugas BKHIT Sumsel untuk memastikan persyaratan karantina dan ketentuan negara tujuan telah terpenuhi.
Ekspor tersebut menunjukkan produk dari salah satu daerah di Sumsel itu memiliki peluang untuk terus berkembang di pasar internasional.
“Ekspor madu asal Muara Enim ini menunjukkan bahwa komoditas daerah memiliki peluang untuk bersaing di pasar internasional. Kami terus mendukung pelaku usaha agar komoditas yang diekspor memenuhi persyaratan karantina dan negara tujuan,” ujarnya.
Menurut dia, pengiriman tersebut menambah catatan ekspor madu Sumatera Selatan ke Singapura sepanjang 2026.
Berdasarkan data Best Trust Barantin, selama Januari hingga September 2026 ekspor madu ke Singapura tercatat mencapai 1,5 ton melalui empat kali pengiriman.
Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan dengan tahun sebelumnya tercatat hanya 266 kilogram melalui satu kali pengiriman.
Bahkan, volume ekspor selama sembilan bulan pertama 2026 telah melampaui capaian sepanjang 2024 yang sebesar 1.373 kilogram dalam tiga kali pengiriman.
Data tersebut menunjukkan volume ekspor madu Sumsel ke Singapura pada 2026 menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir berdasarkan periode data yang tersedia.
Sri Endah mengatakan, keberlanjutan ekspor tidak hanya bergantung pada kemampuan produksi. Konsistensi dalam memenuhi persyaratan negara tujuan juga menjadi bagian penting untuk menjaga kepercayaan pasar.
Pemeriksaan karantina dilakukan sebelum komoditas diberangkatkan untuk memastikan persyaratan yang berlaku telah dipenuhi.
“Pemenuhan persyaratan karantina sejak dari daerah asal menjadi salah satu kunci dalam menjaga kepercayaan pasar terhadap produk Indonesia,” jelasnya.
Balai Karantina Sumsel juga mendorong pelaku usaha untuk memahami persyaratan pasar tujuan sejak awal sehingga proses ekspor dapat berjalan lebih lancar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!