Kebakaran Ancam Habitat, Indonesia Selamatkan 46 Orangutan di Kalimantan

Minggu, 11 Okt 2026, 14:36 WIB

Jakarta – Sebanyak delapan orangutan yang diselamatkan dalam beberapa pekan terakhir dari kebakaran yang melanda Pulau Kalimantan telah dilepasliarkan ke hutan lindung, menurut keterangan otoritas Indonesia dan tim penyelamat pada Minggu (11/10).

Kedelapan orangutan tersebut diselamatkan dari sejumlah lokasi yang dilalap api, sebagian besar merupakan perkebunan di dekat habitat hutan mereka, di Provinsi Kalimantan Barat, wilayah Kalimantan yang masuk Indonesia, pada bulan lalu. Informasi itu disampaikan Kementerian Kehutanan dan yayasan rehabilitasi satwa liar YIARI dalam sebuah pernyataan.

Ket. Foto: Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam setempat, Murlan Dameria Pane, mengatakan otoritas Indonesia bersama YIARI telah menyelamatkan 46 orangutan dari ancaman kebakaran selama periode Agustus hingga 9 Oktober. — Sumber: AFP

Orangutan tersebut terdiri atas tiga pasangan induk dan anak serta dua orangutan jantan remaja. Mereka dipindahkan pada Jumat ke Hutan Lindung Batu Nyambu di Kalimantan Barat, kawasan konservasi seluas 23.000 hektare yang mencakup hutan primer dan sekunder.

CEO YIARI Karmele Llano Sanchez mengatakan pemindahan satwa ke lokasi baru merupakan langkah yang "diperlukan" ketika habitat mereka tidak lagi aman.

"Perlindungan habitat akan selalu menjadi prioritas utama untuk memastikan orangutan tetap memiliki hutan yang aman sebagai tempat hidup. Namun, selama habitat mereka masih terancam, penyelamatan menjadi salah satu pilihan terbaik yang dapat kita lakukan untuk membantu mereka bertahan hidup," kata Sanchez.

Direktur Operasional YIARI Argitoe Ranting mengatakan kawasan tersebut dipilih karena memiliki sumber makanan dan air yang memadai serta terhubung dengan kawasan hutan lainnya.

"Kami ingin memastikan orangutan yang diselamatkan tidak sekadar dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain, tetapi benar-benar memiliki kesempatan untuk bertahan hidup di habitat alaminya," ujar Argitoe.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam setempat, Murlan Dameria Pane, mengatakan otoritas Indonesia bersama YIARI telah menyelamatkan 46 orangutan dari ancaman kebakaran sejak Agustus hingga 9 Oktober.

Orangutan berstatus sangat terancam punah. Menurut kelompok konservasi WWF, saat ini diperkirakan tersisa sekitar 104.000 orangutan di Kalimantan dan Sumatra, turun dari lebih dari 230.000 ekor sekitar satu abad lalu.

Bulan lalu, Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN) memperingatkan bahwa kebakaran melanda habitat yang menjadi tempat hidup 52 persen populasi orangutan di Kalimantan.

Indonesia secara rutin menghadapi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Namun, kebakaran tahun ini semakin intensif akibat fenomena cuaca El Nino yang diperkirakan menjadi salah satu yang terkuat sejak pencatatan dengan data pembanding dimulai empat dekade lalu.

Para ahli juga menyoroti praktik pembukaan lahan dengan cara tebang dan bakar yang telah mengubah bentang alam yang secara alami relatif tahan terhadap kebakaran.

Kebakaran tersebut menimbulkan kabut asap pekat di sejumlah wilayah dan memicu puluhan ribu kasus gangguan pernapasan. Dampaknya juga terlihat pada peningkatan polusi udara regional di Singapura dan Malaysia.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.