Kabar Baik bagi Pencari Kerja! KP2MI dan Pemkot Bandung Lirik Peluang di Jepang

Minggu, 11 Okt 2026, 05:18 WIB

JAKARTA - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) bersama Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, menjajaki kerja sama memperluas peluang penempatan pekerja migran Indonesia di Jepang, khususnya di sektor terampil seperti caregiver dan konstruksi.

"Bandung memiliki potensi menjadi salah satu sumber tenaga kerja terampil yang dapat mengisi kebutuhan pasar kerja Jepang," kata Wakil Menteri P2MI Christina Aryani dalam pertemuan dengan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan di Bandung, Sabtu, sebagaimana keterangan yang diterima di Jakarta.

Ket. Foto: Wakil Menteri P2MI Christina Aryani (kanan) dalam pertemuan dengan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (kiri) di Bandung, Sabtu (10/10). — Sumber: Antara foto/HO-KP2MI

Menurut Christina, potensi di Bandung dapat dikembangkan melalui kerja sama yang telah terjalin antara Kota Bandung dan sejumlah kota di Jepang, utamanya Kawasaki dan Hamamatsu.

Peluang kerja di Jepang, katanya, perlu diimbangi dengan penyiapan calon pekerja migran yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pemberi kerja.

Christina menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci agar pekerja migran dapat bersaing dengan tenaga kerja dari negara lain. Bentuk intervensi yang diberikan pemerintah mencakup pelatihan kompetensi teknis, pelatihan bahasa Jepang, hingga sertifikasi.

“Nantinya, skema pelatihan dapat disesuaikan, baik berupa pelatihan tunggal maupun paket terpadu yang menggabungkan kompetensi teknis, kemampuan bahasa, dan sertifikasi,” katanya.

Christina juga menyinggung program direktif Presiden Prabowo Subianto, SMK Go Global, untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan daya saing sesuai kebutuhan industri di luar negeri.

Oleh karenanya, Christina meminta agar Wali Kota Farhan membantu menggulirkan sosialisasi program SMK Go Global ini kepada warga Bandung.

Ia menambahkan bahwa potensi kerja sama antara Kementerian P2MI dan Pemkot Bandung dapat ditindaklanjuti melalui pemetaan suplai, penguatan pelatihan, serta penyelarasan kompetensi calon pekerja migran dengan persyaratan kerja di Jepang.

"Kita akan menyiapkan MoU dengan Pemkot Bandung terkait kerja sama ini," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan ingin membuka pintu sebanyak mungkin untuk melatih dan transfer ilmu generasi muda Bandung lulusan SMK dan Diploma berkarir di luar negeri.

"Saya ingin mem-branding Bandung sebagai penyedia pekerja migran skilled ke Jepang. Saya berharap Bandung bisa menjadi pusat pendidikan untuk calon pekerja migran bekerja di luar negeri," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.