Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sambut HUT ke-81 Jatim, Senator Lia Istifhama Puji Kepemimpinan Khofifah-Emil yang Perlihatkan Pola Pembangunan Kolaboratif dengan Pastikan Tidak Ada Kelompok Masyarakat yang Tertinggal

📅 Minggu, 11 Okt 2026, 20:42 WIB | Oleh:
Sambut HUT ke-81 Jatim, Senator Lia Istifhama Puji Kepemimpinan Khofifah-Emil yang Perlihatkan Pola Pembangunan Kolaboratif dengan Pastikan Tidak Ada Kelompok Masyarakat yang Tertinggal Doc: Istimewa
Ket. Ning Lia menilai pendekatan pembangunan yang inklusif penting untuk memastikan manfaat kebijakan pemerintah dapat dirasakan oleh masyarakat dari berbagai latar belakang. Pemerataan dan keadilan, menurutnya, harus menjadi bagian dari pelaksanaan pembangunan agar tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.

SURABAYA – Anggota Komite III DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, berharap peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur menjadi momentum untuk memperkuat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mewujudkan Jawa Timur sebagai lumbung pangan Nusantara.

Lia menilai kepemimpinan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak telah menunjukkan pola pembangunan yang kolaboratif dan menyentuh berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perlu memperhatikan aspek sosial, keagamaan, pertanian, dan pengentasan kemiskinan.

“Berbicara hari jadi Pemprov Jawa Timur, maka kita pun flashback pada capaian kinerja Ibu Gubernur Khofifah dan tentunya Mas Emil Dardak. Bagaimana pasangan ini benar-benar bekerja kolaboratif secara inklusif, menyelesaikan berbagai permasalahan, dan banyak sisi yang disentuh,” ujar Lia.

Ia menilai pendekatan pembangunan yang inklusif penting untuk memastikan manfaat kebijakan pemerintah dapat dirasakan oleh masyarakat dari berbagai latar belakang. Pemerataan dan keadilan, menurutnya, harus menjadi bagian dari pelaksanaan pembangunan agar tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal.

“Kita bicara pemerataan itu benar-benar merata, keadilan juga adil, jadi semua elemen disentuh. Kita bicara elemen keagamaan, elemen yang tidak berbasis keagamaan, tetapi berbasis umum, misalnya sosial, itu juga disentuh. Jadi semuanya disentuh,” katanya.

Lia juga menyoroti dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap sektor pertanian. Menurutnya, langkah Khofifah yang rutin menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung agenda kedaulatan pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Dukungan terhadap sektor pertanian dinilai penting mengingat Jawa Timur merupakan salah satu sentra produksi pangan nasional. Penguatan sarana produksi, infrastruktur pertanian, dan produktivitas petani menjadi faktor penting untuk menjaga pasokan pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan.

“Termasuk kita bicara bagaimana Indonesia memiliki mimpi besar oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk kedaulatan pangan, maka kita sama-sama menjadi saksi bahwa Ibu Gubernur Khofifah sangat rutin memberikan alsintan untuk pertanian,” ungkapnya.

Selain sektor pertanian, Lia menilai perkembangan pembangunan Jawa Timur juga perlu dilihat dari upaya menekan kemiskinan ekstrem dan memperluas kemandirian desa. Ia menyebut tren penurunan kemiskinan ekstrem serta bertambahnya desa mandiri sebagai indikator positif yang perlu terus dipertahankan.

Kemiskinan ekstrem masih menjadi salah satu persoalan pembangunan yang membutuhkan penanganan berkelanjutan melalui berbagai intervensi, mulai dari pemberdayaan ekonomi, peningkatan akses layanan dasar, hingga penguatan kapasitas masyarakat desa. Sementara itu, pengembangan desa mandiri diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekonomi lokal dan mengurangi kesenjangan antardaerah.

“Kemiskinan ekstrem itu secara konsisten selalu menurun dan menurun, sebaliknya desa mandiri selalu bertambah. Jadi memang semuanya itu progresif banget,” kata Lia.

Menurutnya, pembangunan yang konstruktif harus menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, capaian pembangunan yang telah diraih perlu dilanjutkan dengan memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Memasuki usia ke-81, Jawa Timur memiliki peluang untuk semakin memperkuat perannya sebagai salah satu motor ekonomi nasional. Selain menjaga produktivitas sektor pertanian, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan ekonomi berjalan beriringan dengan pemerataan kesejahteraan, penguatan usaha masyarakat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Lia berharap berbagai program pembangunan yang telah berjalan dapat terus dikembangkan agar cita-cita menjadikan Jawa Timur sebagai lumbung pangan Nusantara benar-benar terwujud. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam pembangunan melalui dukungan, partisipasi, dan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijakan pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.