Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Calon Praja IPDN dari Papua Tengah Diverifikasi, Pemprov Pastikan Kesempatan OAP Merata.

📅 Minggu, 11 Okt 2026, 11:23 WIB | Oleh:
Calon Praja IPDN dari Papua Tengah Diverifikasi, Pemprov Pastikan Kesempatan OAP Merata. Doc: Antara Foto
Ket. Ketua Pokja Adat MRP Papua Tengah Yulius Wandagau saat melakukan verifikasi OAP lantai III Gedung Laboratorium Terpadu Eksakta II Universitas Cenderawasih Jayapura, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Kamis (8/10).

Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah memverifikasi dokumen calon praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk menjaga pemerataan kesempatan bagi orang asli Papua (OAP) dari delapan kabupaten dan tingkat provinsi.

Ketua Pokja Adat MRP Papua Tengah Yulius Wandagau saat dihubungi dari Nabire, Minggu, mengatakan verifikasi tersebut bertujuan memastikan kuota penerimaan IPDN diberikan kepada calon yang memenuhi kriteria OAP sesuai ketentuan.

“Dari 120 calon yang kami verifikasi, sebanyak 102 memenuhi kriteria sebagai OAP,” katanya.

Ia mengatakan, langkah MRP sebagai lembaga kultur melakukan verifikasi sesuai dengan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus) Papua Tengah Nomor 14 Tahun 2026 untuk memberikan pengakuan, perlindungan, dan kepastian hukum terhadap hak-hak OAP di Provinsi Papua Tengah.

Dimana dalam Perdasus ini disebutkan bahwa defenisi OAP adalah orang yang bapak ibunya benar-benar dari salah satu suku asli di Papua atau yang bapaknya dari suku asli Papua dan mamanya pendatang.

Untuk mendukung ketepatan pemeriksaan, MRP menggunakan sistem digital SIMPEL-MRP yang dilengkapi kode QR guna memvalidasi dokumen yang diterbitkan lembaga tersebut.

Menurutnya, verifikasi diperlukan agar kuota bagi delapan kabupaten dan tingkat provinsi dapat dimanfaatkan calon praja OAP yang memenuhi persyaratan.

Ia juga meminta pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk mengusulkan penambahan kuota IPDN bagi Papua Tengah pada tahun berikutnya.

“Kepada IPDN kami juga berharap waktu seleksi di tahun depan bisa dimajukan ke bulan Juni atau Juli agar ada waktu bagi peserta yang tidak lolos bisa masih ada kesempatan seleksi masuk ke perguruan tinggi lain,” ujarnya.

Kepala BKPSDM Papua Tengah Denci Meri Nawipa mengatakan kuota IPDN untuk Papua Tengah pada 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kuota setiap kabupaten bertambah dari dua menjadi tiga orang, sedangkan kuota provinsi naik dari enam menjadi 14 orang.

Ia mengapresiasi sistem verifikasi yang dikembangkan MRP dan meminta panitia seleksi IPDN memperhatikan keterwakilan OAP dari suku-suku asli di setiap kabupaten.

BKPSDM, kata dia, siap mengawal tahapan seleksi hingga peserta diberangkatkan ke kampus IPDN di Jatinangor, Jawa Barat.

Berdasarkan data panitia seleksi, sebanyak 228 peserta asal Papua Tengah mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) pada 22–29 September 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

Trump Desak Zelensky Mundur di Tengah Serangan Russia yang Tewaskan 21 Orang

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.