Bank Sampah Putri Nyale di Lombok Dorong Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 15:30 WIB | Oleh: Haryo BronoBank Sampah Putri Nyale didirikan pada 2022 untuk menjawab kebutuhan pengelolaan sampah di Desa Kuta yang saat itu belum memiliki fasilitas pemilahan dan pemrosesan sampah yang memadai.
Sejak awal beroperasi, pengelola berupaya mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan melalui kebiasaan memilah sampah. Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih dan nyaman bagi warga maupun wisatawan.
Namun, kegiatan bank sampah sempat terhenti pada 2023 karena sejumlah kendala, antara lain pasokan air dari sumur bor dan keterbatasan fasilitas pendukung. Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, operasional bank sampah kemudian kembali berjalan. Dukungan sarana dari Pertamina menjadi salah satu upaya untuk memperkuat kegiatan pengelolaan sampah yang dijalankan masyarakat setempat.
Keberadaan Bank Sampah Putri Nyale diharapkan tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah di Desa Kuta, tetapi juga mendorong pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai ekonomi. Di tengah perkembangan Mandalika sebagai kawasan pariwisata dan tempat penyelenggaraan ajang olahraga internasional, pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!