Asap Kiriman Papua Selatan, Warga 8 Kabupaten Papua Pegunungan Diimbau Waspada.
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 12:11 WIB | Oleh: Yebdi TrismarPemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) mengimbau masyarakat di delapan kabupaten agar mewaspadai polusi udara akibat asap kiriman dari sejumlah wilayah di Papua Selatan. Imbauan ini disampaikan sebagai langkah meningkatkan kewaspadaan warga terhadap potensi dampak asap terhadap kualitas udara dan kesehatan.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfosantik Papua Pegunungan Lepianus Z Kogoya dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu, mengatakan saat ini beberapa wilayah ini terdampak kiriman asap dari Papua Selatan, sehingga warga harus meningkatkan kewaspadaan.
“Mari kita lebih waspada terhadap kondisi kualitas udara di Kota Wamena dan beberapa wilayah lainnya di Papua Pegunungan,” katanya.
Menurut dia, peringatan tersebut berdasarkan data IQAir yang terlampir indeks kualitas udara Wamena mencapai AQI 157 (kategori tidak sehat) dengan konsentrasi polutan PM2,5 sebesar 63,9 µg/m³.
“Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius karena dapat berdampak pada kesehatan, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan mereka yang memiliki gangguan pernapasan,” ujarnya.
Dia mengingatkan warga harus melindungi diri sejak dini dan mengurangi aktifitas di luar rumah dan menghindari pembakaran lahan yang akan menambah polusi udara.
“Warga harus mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker N95/KN95 jika harus keluar. Kondisi udara mungkin tidak selalu terlihat berbahaya, tetapi partikel halus PM2,5 dapat masuk jauh ke dalam paru-paru,” katanya.
Sementara itu Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Wamena Ricky R Holle mengatakan hari ini Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, diselimuti asap. Polusi udara tersebut merupakan asap kiriman dari wilayah Papua Selatan.
“Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Papua Selatan telah merembet dan menembus wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, akibat tiupan angin dan kondisi topografi,” kata.
Menurut dia, analisis angin menunjukkan polusi asap dari Papua Selatan bergerak dominan ke arah barat laut menuju wilayah Papua Pegunungan, Papua Tengah, hingga ke wilayah Papua Barat.
“Kabut asap telah mencapai wilayah Taman Nasional Lorentz, menurunkan jarak pandang, gangguan penerbangan penurunan jarak pandang (visibility) turut berdampak pada rute penerbangan lokal di sekitar wilayah pegunungan dan dataran tinggi. Disebutkan titik panas (hotspot) tercatat di Papua Selatan (terkonsentrasi di Merauke, Boven Digoel dan Asmat) yang dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!