Anak Berkarunia Khusus Mendapat Tempat di Jakarta
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 08:40 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
JAKARTA – Anak-anak dengan anugerah khusus selalu mendapat tempat di Jakarta. Penegasan ini disampaikan Gubernur Jakarta, Pramono Anung. Menurutnya, pemprov senantiasa komitmen mewujudkan Jakarta sebagai kota yang inklusif dan ramah bagi anak berkebutuhan khusus.
Hal itu ditegaskannya saat menghadiri kegitan Special Kids Expo (Spekix) 2026 di Jakarta Internasional Convention Centre (JICC), Jakarta Pusat, Sabtu (10/10). Komitmen itu, ungkap Pram, telah direalisasikan Pemprov dalam berbagai program dan kinerja.
Di antaranya, memberangkatkan 120 anak serta orang tuanya sebagai pendamping, untuk ikut olimpiade anak-anak berkebutuhan khusus di Kupang, mulai 10 hingga 19 Oktober.
Pram menambahkan bahwa Jakarta saat ini termasuk salah satu kota dengan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, lebih banyak dibandingkan dengan kota lainnya di Indonesia.
"Saat ini ada 88 sekolah luar biasa dan 13 diantaranya merupakan sekolah luar biasa negeri," jelas Pram, dikutip bj.com. Kemudian, Jakarta juga telah memfasilitasi program Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi keluarga yang tidak mampu dan anak berkebutuhan khusus.
Selain itu, lanjut Pram, pihaknya juga sudah meluncurkan bantuan pendidikan hingga jenjang strata 1 hingga strata 3 melalui Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Bahkan, mulai 2027 nanti, Pemprov Jakarta juga akan mengadakan program lembaga pengelola dana pendidikan (LPDP) yaitu beasiswa kuliah di luar negeri dengan kuota 50-75 orang.
"Bila ada anak berkebutuhan khusus yang berminat untuk ikut program LPDP, kami akan fasilitasi," ucap Pram. Untuk bidang kesehatan, Pram memaparkan bahwa saat ini di Jakarta ada 44 Puskesmas kecamatan, 31 rumah sakit, 292 Puskesmas pembantu yang semuanya sudah ramah disabilitas.
Selain itu, DKI Jakarta juga memiliki 584 anggota pasukan putih, yang memberikan layanan kesehatan secara door to door kepada warga, terutama prnyandang kebutuhan khusus dan Lansia.
"Bahkan, kalau perlu ambulans, dokter, dan sebagainya, silakan dimanfaatkan, digunakan ini. Karena tanpa keberpihakan dengan hati, gak mungkin ini bisa dilakukan," tegasnya.
Selain itu, Pemprov DKI juga memberikan peluang kerja kepada penyandang kebutuhan khusus dengan mengadakan Job Fair khusus untuk disabilitas, beberapa waktu lalu.
Di bidang transportasi, Pram menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta sudah menyiapkan halte dengan guiding block agar anak-anak berkebutuhan khusus bisa memanfaatkan MRT, LRT, Transjakarta da Transjabodetabek dengan nyaman.
Untuk pengangkutan anak sekolah, Pram menjelaskan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyiapkan 37 unit bus sekolah khusus disabilitas yang melayani 10 rute untuk anak-anak disabilitas.
Tidak sampai di situ, Pemprov juga telah mengeluarkan kartu penyandang disabilitas Jakarta (KPDJ) dengan jumlah penerima saat mencapai 20.890 orang. "Kami juga mengalokasi program pemberian alat bantu fisik dan sebagainya bagi disabilitas," tutur Pram.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!