Solusi Permanen! Mentan Amran Bangun Pabrik Tepung Telur Biar Peternak Tak Merugi
Sabtu, 10 Okt 2026, 10:50 WIBJAKARTA -Pemerintah berupaya membuat solusi permanen biar harga telur dan ayam tidak anjlok lagi saat produksi melimpah.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan akan membangun tiga pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging dalam waktu dekat.
Langkah berani ini disiapkan untuk menyerap kelebihan produksi peternak, menstabilkan harga, sekaligus menyetop keran impor tepung telur yang selama ini menggerus devisa.
âKami sudah telepon Menteri BUMN dan Menteri Perdagangan. Kita sepakat membangun ekosistem ternak, terutama pembangunan pabrik pengolahan tepung telur dan tepung daging. Insyaallah, mudah-mudahan tahun depan sudah bisa mulai. Targetnya 1,5 tahun selesai, maksimal dua tahun,â tegas Mentan Amran, Jumat (9/10).
Menurut Amran, selama ini peternak selalu jadi korban ketika panen telur melimpah. Karena hanya bisa dijual segar, harga langsung jatuh. Dengan adanya pabrik, telur dan daging berlebih bisa diolah jadi tepung yang tahan lama dan nilai jualnya tinggi.
âIni solusi permanen, fundamental. Kalau pabriknya berdiri, impor tepung telur kita hentikan. Kita sudah sepakat,â tegasnya.
Tak main-main, pemerintah siapkan anggaran Rp200 miliar hingga Rp250 miliar per pabrik. Saat ini tahap studi kelayakan (feasibility study) segera digeber.
"Kalau ada swasta mau bergandengan, silakan. Tapi negara ada di sampingnya," kata Amran.
Skema ini disebut win-win solution. Petani jagung dapat pasar untuk pakan, peternak dapat kepastian pakan murah dan pasar telur/daging stabil, industri dapat bahan baku.
âKeuntungannya adalah meningkatkan kesejahteraan peternak, mengurangi kerugian yang sering terjadi pada bulan-bulan tertentu, dan mengurangi belanja devisa untuk impor,â jelasnya.
Rencana ini disambut haru peternak. Ii Cahyadi dari Pinsar yang juga pemilik PT Bereh Poultry Indonesia di Subang mengaku lega.
âIndustri itu tidak mungkin ditangani sendiri oleh swasta, peternak-peternak kecil, ataupun koperasi karena membutuhkan skala yang masif. Kita juga harus berhadapan dengan BUMN dari negara lain, baik India maupun China,â ujarnya.
âAlhamdulillah, hari ini beliau langsung memberikan persetujuan. Itu sangat melegakan bagi kami. Jadi, bukan hanya solusi jangka pendek,â tambah Cahyadi.
Mentan Amran menegaskan target akhirnya satu: peternak harus untung.
âIntinya bagaimana ekonomi bergerak dan bagaimana peternak jangan dipersulit. Pakan tersedia dengan baik, kemudian harga telur dan daging stabil. Kita ingin peternak untung dan kesejahteraannya meningkat,â pungkasnya.
Dengan tiga pabrik ini, era telur dibuang-buang karena harga anjlok bakal segera berakhir!
- Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH)
- harga pakan
- Kementerian Pertanian (Kementan)
- industri peternakan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Puluhan Hewan di Gunungkidul Terpapar Antraks, Ini Langkah Cepat Kementan
-
Mentan Pastikan Pasokan Beras Aman Hingga Panen Maret 2027, Stok Bulog 5 Juta Ton Plus 10 Juta Ton HOREKA
-
Jumat Mau Perpanjang SIM? Catat 5 Lokasi SIM Keliling Jakarta Ini
-
Pekerja Informal di Jabar Bisa Dapat BPJS TK Gratis, Jumlahnya Bikin Kaget
-
35 Hektare Sawah di Lampung Nyaris Gagal Panen, KemenPU Kerahkan Pompa Air dari Bendung Way Pisang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.