MotoGP Lombok Ciptakan Peluang Kerja Musiman Bagi Warga Lokal

Sabtu, 10 Okt 2026, 11:27 WIB

LOMBOK — Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya menghadirkan kompetisi balap motor kelas dunia, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sejumlah warga mendapat kesempatan bekerja selama rangkaian acara berlangsung, mulai dari petugas kebersihan hingga tenaga pengelolaan dan pemilahan sampah di Pertamina Mandalika International Circuit.

Bagi warga yang terlibat, pekerjaan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh penghasilan tambahan sekaligus menambah pengalaman di lingkungan kerja yang mendukung penyelenggaraan acara internasional. Peluang ini juga dirasakan anak muda yang ingin mendapatkan pengalaman profesional sebelum memasuki dunia kerja.

Ket. Foto: Baiq Essenza, warga Praya, Lombok, yang bertugas sebagai Cleaning Service & Waste Management (CSWM) di Pertamina Mandalika International Circuit. Ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 membuka peluang kerja musiman bagi warga Lombok, mulai dari petugas kebersihan hingga mahasiswa yang mencari penghasilan dan pengalaman profesional. — Sumber: Pertamina

Salah satunya Baiq Essenza, warga Praya, Lombok, yang untuk pertama kalinya bekerja di area sirkuit Mandalika. Perempuan berusia 20 tahun itu bertugas dalam tim kebersihan, mulai dari menyapu, membersihkan area sirkuit, hingga memilah sampah.

Essenza mengaku bangga mendapat kesempatan terlibat langsung dalam penyelenggaraan ajang balap motor internasional tersebut. Ia bahkan ditempatkan di area paddock, salah satu bagian penting dalam operasional balapan.

“Sangat membanggakan. Baru pertama kali ikut Pertamina Grand Prix of Indonesia dan langsung ditaruh di paddock. Sangat bikin saya bangga bisa kerja di sini,” ungkap Essenza.

Penghasilan dari pekerjaan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membantu orang tuanya. Bagi Essenza, kesempatan bekerja di ajang internasional menjadi pengalaman berharga sekaligus cara untuk berkontribusi terhadap kebutuhan keluarga.

Ia berharap penyelenggaraan balap motor di Mandalika dapat terus berlangsung dan berkembang pada tahun-tahun mendatang. Dengan demikian, semakin banyak warga setempat yang berpeluang memperoleh pekerjaan dari berbagai kegiatan yang berlangsung di kawasan sirkuit.

Membantu Ekonomi Keluarga

Dampak ekonomi dari penyelenggaraan acara di Mandalika juga dirasakan Lia Kartika, warga Sengkol yang dipercaya menjadi koordinator Cleaning Service Waste Management (CSWM) di Pertamina Mandalika International Circuit.

Lia menjelaskan, tim kebersihan bertugas menjaga kebersihan ruangan, sementara tim pengelolaan sampah menangani kebersihan area lapangan. Kedua tim tersebut berperan menjaga lingkungan sirkuit tetap bersih selama kegiatan berlangsung.

Bersama timnya, Lia bekerja selama 12 jam sehari, mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WITA. Ia telah beberapa kali terlibat dalam penyelenggaraan acara di sirkuit tersebut setelah sebelumnya menjalani aktivitas sebagai ibu rumah tangga.

Menurut Lia, keberadaan sirkuit dan berbagai kegiatan yang diselenggarakan di dalamnya memberikan peluang ekonomi bagi warga sekitar. Kesempatan bekerja tidak hanya membantu menambah pendapatan, tetapi juga membuka jalan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menyusun rencana keuangan.

“Dampak ekonominya bagus banget. Dampak dari sirkuit ini karena banyak ekonomi terbantu di sini dan makin memperkecil pengangguran warga Lombok,” kata Lia.

Ia merasakan perubahan dalam kemampuan memenuhi kebutuhan dan mengelola penghasilan. Dari pendapatan yang diperolehnya melalui pekerjaan di berbagai acara, Lia kini dapat mencicil kendaraan bermotor dan menyisihkan uang untuk membeli emas.

“Yang tadinya enggak bisa sama sekali, sekarang bisa karena sirkuit ini. Sejak beberapa kali ikut bantu-bantu di event, saya jadi bisa cicil motor dan menabung beli emas. Alhamdulillah,” ujarnya.

Pengalaman Lia memperlihatkan bahwa peluang kerja yang muncul seiring penyelenggaraan kegiatan di sirkuit dapat memberikan manfaat langsung bagi rumah tangga. Bagi sebagian warga, pekerjaan musiman tersebut menjadi sumber pendapatan tambahan yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari maupun membangun tabungan.

Kesempatan bagi Anak Muda

Peluang serupa dirasakan Elyani Sulistianda, warga Praya yang bertugas dalam pengelolaan dan pemilahan sampah selama rangkaian Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Selama sekitar tujuh hari mengikuti kegiatan tersebut, Elyani merasakan manfaat ekonomi dari kesempatan bekerja yang tersedia bagi masyarakat setempat. Menurut dia, peluang semacam ini penting, terutama bagi generasi muda yang sedang membutuhkan pekerjaan.

“Sudah ada banget dampak untuk ekonomi bagi kita, apalagi kita anak-anak muda yang benar-benar butuh pekerjaan,” katanya.

Bagi anak muda, keterlibatan dalam ajang internasional juga memberikan kesempatan untuk mengenal lingkungan kerja yang berbeda dari aktivitas sehari-hari. Selain mendapatkan penghasilan, mereka dapat mempelajari kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama tim dalam mendukung kegiatan berskala besar.

Hal itu dirasakan Feri Zon Lahardi, pemuda berusia 20 tahun asal Sakra Barat, Lombok Timur. Mahasiswa tersebut memanfaatkan masa libur kuliah untuk bekerja paruh waktu selama penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.

Feri mengetahui informasi lowongan pekerjaan dari seorang teman. Setelah mendaftar dan mengikuti wawancara, ia menjalani pelatihan selama dua hari sebelum mulai bertugas.

Dalam pekerjaannya, Feri menjalani waktu kerja selama 12 jam, mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WITA. Penghasilan yang diperoleh digunakan untuk membantu membayar uang kuliah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun, ia tidak hanya mengejar pendapatan tambahan. Feri juga ingin mengumpulkan pengalaman kerja yang dapat mendukung langkahnya setelah menyelesaikan pendidikan.

“Saya cuma pengen cari pengalaman saja. Mumpung lagi muda, biar ada banyak pengalamannya buat nambah CV nanti,” ujar Feri.

Kesempatan bekerja di ajang internasional juga memberinya ruang untuk berinteraksi dengan wisatawan mancanegara. Kemampuan berbahasa Inggris yang dimilikinya menjadi salah satu keterampilan yang membantu dalam menjalankan tugas.

“Pastinya saya sangat bangga bisa join ikut event internasional ini dan sangat senang sekali bisa dapat banyak teman, banyak dapat pengalaman, apalagi bisa ngobrol dengan bule-bule. Saya harap sih gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia lancar-lancar dan terus ada tiap tahunnya,” katanya.

Peluang Ekonomi di Sekitar Sirkuit

Kisah Essenza, Lia, Elyani, dan Feri menggambarkan beragam manfaat yang dirasakan warga lokal dari penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Peluang tersebut menjangkau kelompok masyarakat dengan latar belakang berbeda, mulai dari warga yang membantu kebutuhan keluarga hingga mahasiswa yang ingin menambah pengalaman kerja.

Kebutuhan tenaga pendukung untuk menjaga kebersihan dan mengelola sampah menunjukkan bahwa penyelenggaraan ajang olahraga internasional turut membutuhkan pekerjaan di luar aktivitas balap. Tugas-tugas tersebut menjadi bagian dari operasional acara sekaligus membuka kesempatan bagi warga sekitar untuk terlibat.

Meski sebagian pekerjaan bersifat musiman dan mengikuti jadwal kegiatan, pengalaman serta penghasilan yang diperoleh tetap memiliki arti bagi para pekerja. Keberlanjutan penyelenggaraan acara di Mandalika diharapkan dapat menjaga peluang serupa agar terus tersedia bagi masyarakat setempat.

Dengan demikian, manfaat Pertamina Grand Prix of Indonesia tidak hanya terlihat dari persaingan para pebalap di lintasan, tetapi juga dari kesempatan yang terbuka bagi warga Lombok untuk memperoleh penghasilan, membantu keluarga, dan membangun pengalaman profesional.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.