Minerba Convex 2026 Ditutup, Dirjen Minerba: Tambang Hebat Diukur dari Manfaat, Bukan Produksi
Jumat, 06 Nov 2026, 09:54 WIBJAKARTA - Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menutup Minerba Convex 2026 dengan pesan tegas bahwa tambang yang hebat bukan yang paling banyak menggali, tapi yang paling banyak memberi manfaat.
Sebanyak 42 Apresiasi Minerba 2026 diberikan kepada badan usaha pertambangan dan insan ESDM di JIExpo, Jakarta, Selasa (3/11). Penghargaan ini bukan sekadar seremoni, tapi penanda siapa yang benar-benar menjalankan tambang secara bertanggung jawab.
"Tanggung jawab kita lebih luas dari sekadar produksi. Bagaimana tambang dijalankan dengan baik, bagaimana masyarakat di sekitarnya merasakan manfaat, dan bagaimana sumber daya ini kita jaga untuk generasi mendatang," tegas Direktur Jenderal Minerba, Tri Winarno.
4 Kategori Penilaian, Bukan Cuma Soal Setoran
Penilaian Apresiasi Minerba 2026 tidak berhenti di angka produksi dan setoran ke negara. Ditjen Minerba menilai empat hal:
1. Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) - Batubara
2. Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) - Mineral
3. Good Mining Practice - Kaidah Teknik Pertambangan yang Baik
4. Kepatuhan PNBP - Pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak Minerba
"Bagi yang menerima apresiasi, saya berharap prestasi ini dipertahankan dan ditingkatkan. Jadikan praktik baik ini sebagai contoh bagi perusahaan lainnya," ujar Tri.
Sorotan Utama: Pahlawan dari Medan Bencana
Di luar penghargaan korporat, momen paling mengharukan datang dari apresiasi untuk Tim ESDM Siaga Bencana.
Mereka adalah pegawai Klinik Pratama Ditjen Minerba dan para Inspektur Tambang yang diterjunkan ke Sumatera dan Nusa Tenggara Timur - Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) - untuk menangani bencana dan menyalurkan bantuan kemanusiaan.
"Ini menunjukkan pengabdian insan Minerba tidak hanya diwujudkan lewat tugas pertambangan, tapi juga lewat kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan," kata Tri.
Pada kesempatan yang sama, Ditjen Minerba juga mengumumkan pemenang Minerba Educreative Competition 2026.
Kompetisi ini membuktikan tambang bisa diceritakan dengan bahasa yang mudah dipahami semua orang. Tercatat 990 akun pendaftar dan 457 karya masuk dari 8 kategori:
- Gambar Bercerita (SD)
- Ilustrasi Digital (SMP)
- Konten Media Sosial (SMA)
- Poster Ilmiah (Mahasiswa)
- Video Materi Pengajaran (Guru)
- Fotografi (Umum)
- Fotografi (Wartawan)
- Karya Jurnalistik (Wartawan)
"Selamat kepada seluruh pemenang. Karya-karya ini menunjukkan mineral dan batubara bisa dilihat dari berbagai sudut pandang, mulai dari pelajar sekolah dasar, sekolah menengah, mahasiswa, guru, masyarakat umum, hingga jurnalis," tutup Tri.
- Mineral dan Batu Bara (Minerba)
- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
- Izin Usaha Pertambangan (IUP)
- Sektor Pertambangan
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Janjikan Solusi Tambang Berkelanjutan, Minerba Convex 2026 akan Dibuka Bahlil
-
Baru 9 Bulan Sudah Hampir Lunas, Bahlil Naikkan Target PNBP ESDM Jadi Rp165 Triliun
-
Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Bahlil: Tak Ada Kontrak yang Dilanggar
-
Buka Minerba Convex 2026, Bahlil: Setop Ekspor SDA Lewat Negara Transit, Kirim Langsung ke Tujuan
-
Singapura Ancam Putus Jalur Internet Indonesia, Ini Jawaban Menkomdigi Meutya Hafid
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.