Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengintip Peran Telematika dalam Meredam Risiko Pengereman Mendadak di Jalan

📅 Sabtu, 10 Okt 2026, 07:15 WIB | Oleh:
Mengintip Peran Telematika dalam Meredam Risiko Pengereman Mendadak di Jalan Doc: ANTARA/Pamela Sakina
Ket. (Kiri ke kanan) SEA Business Development Manager Geotab Alvin Santoso, Direktur PT Aerotrans Services Indonesia Kadek Bayu Temaja, dan Head of Business Unit TRAVL Alkautsar Salim dalam acara diskusi Geotab di Jakarta, Kamis (8/10).

JAKARTA  - Penggunaan teknologi telematika dalam pengelolaan armada membantu penyedia pelayanan transportasi darat Aerotrans menurunkan kejadian pengereman mendadak.

Penyedia pelayanan transportasi darat untuk Garuda Indonesia Group itu mencatat penurunan kejadian pengereman mendadak hingga 57 persen sejak menggunakan solusi pengelolaan armada terhubung.

Dalam acara diskusi di Jakarta, Kamis, pejabat perusahaan menyampaikan bahwa Aerotrans sejak tahun 2024 ​​menghubungkan lebih dari 250 kendaraan melalui Geotab, solusi teknologi untuk memperoleh data kendaraan dan perilaku berkendara pengemudi.

"Aplikasi semacam ini membantu kami dalam mengelola armada, baik dari sisi efisiensi, efektivitasnya, dan yang terpenting meningkatkan kepuasan pelanggan sebagai pengelola jasa transportasi udara," ujar Direktur Aerotrans Kadek Bayu Temaja.

Aerotrans juga mencatat penurunan akselerasi agresif sebesar 66 persen serta pengurangan durasi idle 22 persen setelah menggunakan solusi teknologi.

Penerapan solusi teknologi juga membantu perusahaan mencapai peringkat keselamatan armada 89 persen dan peningkatan 61 persen dalam prediksi tingkat kecelakaan per kilometer.

"Kami mencari solusi yang dapat berkembang seiring dengan pertumbuhan bisnis dan operasional kami, serta mampu menyediakan insight secara real-time. Geotab menghadirkan platform yang selaras dengan nilai kami, terutama dalam hal presisi dan keselamatan," kata Bayu.

Dalam ekosistem Geotab, perangkat telematika GO9 merekam sejumlah data kendaraan dan perilaku berkendara, termasuk lokasi GPS, peristiwa berbasis g-force, serta informasi kondisi mesin dan baterai.

Data tersebut kemudian diintegrasikan melalui MyGeotab, platform pengelolaan armada yang menggabungkan informasi kendaraan dan pengemudi dalam satu sistem.

Geotab juga menyediakan GO Focus Plus, yang menambahkan konteks video berbasis kecerdasan buatan dan peringatan di dalam kabin untuk risiko seperti kelelahan, distraksi, dan jarak berkendara yang terlalu dekat.

Penerapan solusi teknologi tersebut, menurut Bayu, membantu perusahaan mengumpulkan data kendaraan dan perilaku berkendara untuk mendukung pengelolaan keselamatan armada secara lebih terukur. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Luar Negeri
Impor Migas Kamboja Melonja...
Advertisement
Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.