Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indosat dan F5 Luncurkan Intelligence Suite untuk Perluas Adopsi AI di Asia

📅 Sabtu, 10 Okt 2026, 11:43 WIB | Oleh:
Indosat dan F5 Luncurkan Intelligence Suite untuk Perluas Adopsi AI di Asia Doc: Indosat
Ket. President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, saat peluncuran Indosat Intelligence Suite di Singapura. Indosat dan F5 resmi meluncurkan platform ini untuk mengintegrasikan lebih dari 300 model AI guna membantu dunia bisnis mengelola biaya, keamanan, dan perluasan penerapan AI.

JAKARTA — Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) bersama perusahaan teknologi F5 meluncurkan Indosat Intelligence Suite, sebuah platform kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dirancang untuk mempermudah perusahaan mengakses, mengelola, dan memperluas penggunaan AI tanpa harus membangun infrastruktur sendiri yang kompleks.

Peluncuran platform ini dilakukan di tengah meningkatnya adopsi AI di Asia Tenggara. Studi 2026 yang dilakukan McKinsey, Singapore Economic Development Board, dan Tech in Asia menunjukkan bahwa 81% perusahaan di enam pasar Asia Tenggara telah beralih dari tahap eksperimen menuju uji coba atau perluasan penerapan AI.

Seiring dengan perkembangan tersebut, perusahaan menghadapi tantangan untuk menerapkan AI dalam operasional sehari-hari, sekaligus menjaga keseimbangan antara kinerja, biaya, keamanan, dan tata kelola. Indosat Intelligence Suite ditujukan untuk membantu perusahaan mengatasi tantangan tersebut melalui satu platform yang mengintegrasikan berbagai model AI dan kemampuan infrastruktur.

Platform ini dibangun di atas ekosistem AI terintegrasi atau full-stack AI milik Indosat di Indonesia, yang mencakup energi, pusat data, komputasi, konektivitas, hingga model AI. Melalui kerja sama dengan F5, fondasi tersebut dikembangkan menjadi layanan yang dapat digunakan perusahaan untuk menghubungkan infrastruktur dan model AI dengan kebutuhan bisnis.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan kebutuhan perusahaan terhadap AI kini tidak lagi terbatas pada akses ke model, tetapi juga mencakup kemampuan untuk menerapkan dan mengelola teknologi tersebut secara aman.

“Dengan berkembangnya AI dari tahap eksperimen ke penerapan dalam aktivitas bisnis sehari-hari, maka perusahaan pun membutuhkan lebih dari sekadar akses terhadap model AI. Mereka membutuhkan cara yang tepercaya untuk menerapkan kecerdasan ke dalam operasional bisnis,” kata Vikram.

Ia menjelaskan, Indosat Intelligence Suite dirancang menjadi intelligence factory atau pabrik kecerdasan bagi perusahaan. Platform ini diharapkan membantu bisnis memilih model AI yang sesuai dengan kebutuhan sekaligus memperluas penerapannya secara aman di berbagai pasar.

Sementara itu, Chairman, President, and Chief Executive Officer F5, François Locoh-Donou, mengatakan kerja sama tersebut menggabungkan infrastruktur dan jangkauan pasar Indosat dengan teknologi F5 untuk mengamankan serta mengoptimalkan penggunaan AI.

Menurut dia, platform tersebut menyediakan satu lapisan terintegrasi antara aplikasi perusahaan dan infrastruktur AI yang mendukungnya. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat mengakses, mengarahkan, mengukur, dan mengelola penggunaan berbagai model AI tanpa harus mengoperasikan sendiri setiap komponen infrastruktur.

Integrasikan Lebih dari 300 Model AI

Indosat Intelligence Suite mengintegrasikan lebih dari 300 model AI terbuka (open) dan tertutup (closed) melalui satu antarmuka. Katalog tersebut mencakup Sahabat-AI, model yang di-host oleh Indosat, serta berbagai model AI global yang terhubung ke platform.

Integrasi ini memungkinkan perusahaan memilih model berdasarkan karakteristik pekerjaan yang harus diselesaikan. Kebutuhan pemrosesan bahasa lokal, aplikasi khusus, hingga tugas penalaran tingkat lanjut dapat dilayani melalui satu platform, tanpa mengharuskan perusahaan mengelola akses ke setiap model secara terpisah.

Platform ini juga dilengkapi mekanisme pengalihan permintaan berdasarkan biaya, kualitas, dan latensi. Dengan mekanisme tersebut, permintaan dapat diarahkan ke model yang dinilai paling sesuai dengan kebutuhan setiap beban kerja (workload).

Pendekatan ini menjadi penting ketika perusahaan menggunakan beberapa model sekaligus. Setiap model memiliki karakteristik, biaya operasional, dan kemampuan yang berbeda sehingga pemilihan model dapat memengaruhi efisiensi maupun kualitas layanan AI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
Advertisement
Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

Kementrans Dorong Konsep Transmigrasi Baru

09 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.