Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menperin Targetkan Kontribusi Industri ke PDB hingga 25 Persen

30 Jumat, 09 Okt 2026, 17:03 WIB | Oleh:
Menperin Targetkan Kontribusi Industri ke PDB hingga 25 Persen Menperin Targetkan Kontribusi Industri ke PDB hingga 25 Persen Doc: Dokumentasi Kementerian Perindustrian
Ket. Menteri Perindustrian, Muhammad Sarmuji

JAKARTA - Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menargetkan kontribusi industri terhadap produk domestik bruto naik hingga 21-25 persen. Target tersebut meningkat dari kontribusi industri yang saat ini berada di kisaran 19 persen.

Selain kontribusi terhadap PDB, Sarmuji juga membidik pertumbuhan industri yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menegaskan industri manufaktur perlu kembali menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi.

“Kita menargetkan supaya pertumbuhan industri lebih tinggi lagi, melebihi pertumbuhan ekonomi, kenapa? Karena industri inilah sebenarnya yang menggerakkan pertumbuhan ekonomi,” kata Sarmuji di Jakarta, Kamis (8/10).

Peningkatan kontribusi industri dinilai penting untuk memperkuat struktur perekonomian nasional. Peningkatan tersebut juga diarahkan untuk menciptakan nilai tambah dan memperluas kesempatan kerja.

“Kita ingin industri kita bangkit kembali. Jangan sampai industri kita layu sebelum mencapai puncaknya,” ucap Sarmuji.

Sarmuji kemudian membandingkan kondisi industri nasional dengan perkembangan sektor industri di negara maju. Ia menjelaskan penurunan kontribusi industri di negara maju dapat terjadi setelah industri mencapai tahap matang dan sektor jasa semakin kuat.

Karena itu, Sarmuji mengingatkan agar industri nasional tidak melandai sebelum mencapai tahap tersebut. Kementerian Perindustrian terus memperkuat ekosistem yang mendorong pertumbuhan industri lebih cepat.

Sarmuji menyebut pelaku industri memiliki kemampuan untuk berproduksi, berinovasi, dan memperluas pasar. Namun, keberhasilan tersebut juga ditentukan oleh lingkungan usaha yang kondusif, termasuk kepastian dan kemudahan berusaha.

“Tugas utama kita sebenarnya menciptakan ekosistem yang baik bagi tumbuhnya industri. Kegiatan usaha dan produksi dijalankan oleh pelaku industri sendiri, tetapi ekosistem industri tidak bisa diciptakan oleh pelaku industri sendiri,” ujar Sarmuji.

Kemenperin juga mendorong penyelarasan kebijakan dengan kebutuhan sektor manufaktur. Langkah tersebut mencakup peningkatan efektivitas regulasi, percepatan pelayanan, serta penguatan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

Salah satu perhatian Kemenperin ialah standardisasi melalui Standar Nasional Indonesia (SNI). Penerapan standar tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas produk, melindungi konsumen, dan memperkuat daya saing produk dalam negeri.

“Standardisasi penting supaya industri kita semakin berkualitas dan sesuai dengan harapan masyarakat. Konsumen juga harus dilindungi,” kata Sarmuji.

Sarmuji mengingatkan penerapan SNI perlu dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan karakteristik setiap subsektor industri. Ia meminta penerapan standardisasi tidak justru menjadi hambatan bagi industri. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
Megapolitan
Hujan Mulai Turun, Antisipa...
Megapolitan
Sensus Ekonomi Jakarta Hamp...
Advertisement
Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

Indonesia Siapkan Gudang Minyak Mentah, Impor Bakal Langsung Masuk Tanpa Transit Negara Ketiga

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.